Coba Anda bayangkan Kolaborasi Robot dan AI jika Anda pergi ke rumah sakit dan disambut oleh robot, bukan manusia! Dengan suara yang jelas, ramah, dan memiliki respon yang cepat, robot tersebut bisa siap membantu Anda untuk menentukan jadwal dokter, lokasi klinik, atau bahkan jam berkunjung pasien. Dan ternyata ada loh! Yang dibuat oleh Alumni mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya (UBAYA), Michael Octavio Witarmin, melalui Tugas Akhir berjudul “Pengembangan Robot Percakapan dengan Dialogflow Natural Language Processing untuk Layanan Informasi Rumah Sakit”. Melalui teknologi yang canggih, robot ini tidak hanya mampu memahami bahasa dari manusia sendiri, melainkan dapat bergerak secara otomatis menghindari rintangan di sekitarnya. Kehadiran robot ini ini menjadi langkah nyata menuju transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efisien, dan interaktif.

Permasalahan latar belakang pada penelitian ini adalah adalah lamanya waktu pelayanan informasi pada rumah sakit akibat mengantri yang cukup lama dan proses administrasi yang terlalu kompleks. Pasien sering kali juga menunggu lamanya untuk menanyakan ke jadwal dokter, lokasi klinik, atau informasi umum lainnya. Dari kondisi tersebut muncullah suatu ide untuk menghadirkan solusi yang mampu melayani informasi menjadi lebih cepat dan efisien. Tidak jarang juga pasien lanjut usia (lansia) atau pengunjung baru merasa kebingungan saat mencari informasi, sementara petugas harus melayani banyak orang dalam waktu bersamaan. Robot percakapan menjadi pilihan ideal karena dapat melayani banyak pengguna secara bersamaan tanpa perlu menemui petugas rumah sakit secara langsung.

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghadirkan solusi inovatif yang dapat melayani seluruh pasien di dalam rumah sakit dengan cepat dan tepat, sehingga pasien dapat memperoleh informasi dengan mudah melalui interaksi suara alami. Michael Octavio Witarmin, mengembangkan sebuah robot percakapan cerdas berbasis Dialogflow Natural Language Processing (NLP). Robot ini dirancang untuk agar mampu menjawab beberapa pertanyaan seputar rumah sakit, bisa dimulai dari jadwal dokter, letak klinik, hingga informasi obat di apotek. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit sehingga pasien merasa nyaman dan puas atas pelayanan di rumah sakit atau memberikan pengalaman baru yang modern bagi para pengunjung.

Cara kerja pada sistem ini adalah dimulai dari percakapan pasien secara langsung oleh robot melalui mikrofon yang terpasang di badan robot itu sendiri. Suara tersebut akan diterima oleh robot melalui speech recognition yang berfungsi untuk mengubah suara manusia menjadi teks digital. Beberapa teks tersebut yang berasal dari manusia akan dikirim ke Dialogflow, sebuah sistem NLP dari Google, untuk dianalisis makna dari teks tersebut. Dialogflow seperti “otak percakapan” yang berfungsi untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh manusia jika bertanya kepada robot itu sendiri sehingga data tersebut akan dicocokkan dengan data yang ada di informasi rumah sakit. Setelah menemukan jawaban yang sesuai, sistem akan mengubah teks jawaban tersebut kembali menjadi suara melalui teknologi text-to-speech (TTS), sehingga robot dapat merespons dengan berbicara layaknya manusia. Dengan ini, seluruh pasien di rumah sakit dapat memahami apa yang dimaksudkan oleh robot itu sendiri.

Seluruh proses komunikasi ini diatur oleh LattePanda V1, sebuah komputer mini yang berfungsi sebagai pusat kendali utama. Sementara itu, ESP32 sebagai mikrokontroler , digunakan untuk mengontrol sistem gerak robot, termasuk juga mengatur kecepatan roda dan arah roda juga. Menariknya juga, robot ini menggunakan sistem three-wheel omnidirectional drive, memungkinkan gerakan halus ke segala arah tanpa perlu berputar terlebih dahulu. Untuk memastikan keselamatan pada robot itu sendiri, robot dilengkapi dengan sensor LiDAR RPLiDAR A1M8 yang mampu mendeteksi objek dengan jarak delapan meter. Sensor ini dapat bekerja sama dengan algoritma PID control untuk menyesuaikan kecepatan roda jika ingin bergerak dan menghindari terjadinya tabrakan pada suatu objek.
Dengan perpaduan antara teknologi bahasa alami dari manusia dan sistem navigasi robot, Kolaborasi Robot dan AI, robot percakapan bukan sekedar memberikan informasi saja kepada pasien, tetapi sebagai simbol penerapan nyata AI dalam dunia pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Mahasiswa Teknik Elektro UBAYA. Di Teknik Elektro UBAYA memiliki tiga peminatan, seperti Intelligent Robotics (IR), Biomedical Engineering (BE), dan Renewable Energy (RE). Apakah kamu tertarik juga untuk membuat proyek seperti ini? Yuk gabung dengan kami di Teknik Elektro UBAYA! Segera daftarkan diri Anda di website UBAYA ya!
See you in Teknik Elektro UBAYA!