Raga Sehat Otak Encer teusian 18/01/2026

Raga Sehat Otak Encer

Percaya tidak percaya, ketika raga sehat, otak menjadi encer. Marvell Nicholla, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2025, telah menunjukkan bagaimana olahraga dapat membantu menjaga performa fisik dan mental agar proses belajar tetap optimal. Selain aktif di lingkungan perkuliahan, Marvell selalu mengikuti latihan rutin sebagai atlet. Sekilas, mungkin terlihat tidak ada istimewanya.  Jangan salah. Banyak orang bisa berlatih, tetapi sangat sedikit yang bisa konsisten bertahun-tahun sambil kuliah dan tetap membuahkan prestasi. Meski memiliki banyak kesibukan, Marvell selalu bisa membagi waktu dengan baik lho! Bahkan, nilainya terbilang baik di kalangan teman-teman seangkatannya. Selain itu, Marvell bisa mematahkan perkataan orang: “Jangan jadi atlet, nanti nilainya keteteran!” Meski atlet jarang ditemukan di kalangan Teknik, kami Teknik Elektro punya Marvell. Ngeri kann.  Bagaimana perjuangan si bocah “Avengers” ini? Artikel Raga Sehat Otak Encer akan mengulasnya.

Raga Sehat Otak Encer

Kisahnya diawali ketika Marvell masih SD. “Awalnya saya ikut kegiatan kejuaraan karena keinginan orang tua supaya saya berolahraga,” ujarnya. Awalnya, Marvell hanya mengikuti olahraga wushu. Namun, seiring berjalannya waktu, Marvell mulai mengikuti berbagai olahraga lain seperti kung fu tradisional, karate dan kickboxing. Berkat nasihat instruktur wushu-nya, Marvell menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk meraih prestasi. Salut dehSiapa sangka, yang awalnya sekadar ingin sehat menjadi prestasi, kan! Terdapat konsekuensi dari bertambahnya cabang olahraga yang diikuti, yaitu jadwal latihan rutin pun harus bertambah. Bahkan, SMA Marvell harus mengikuti latihan dari hari Selasa hingga Minggu. Yup, kalian tidak salah baca. Marvell hanya bisa bersantai di hari Senin. Sangat padat ya…

Hasil jerih payahnya telah menghasilkan buah yang subur. Kini, Marvell telah memenangkan berbagai kejuaraan mulai dari tingkat provinsi hingga internasional. “Kunci dari kejuaraan adalah kesabaran, konsistensi dan ketekunan untuk menampilkan versi terbaik diri sendiri,” Marvell menjelaskan. Hal lain yang tak kalah penting dari kesiapan fisik adalah kesiapan mental. Ketika mental kita tidak siap, kita mudah sekali menjadi ragu dan akhirnya gagal melakukan apa yang kita harapkan. Marvell sendiri menghadapi keraguannya dengan selalu mengatakan pada dirinya sendiri: “aku pasti menang”. Pernyataan ini sangat mirip dengan prinsip Muhammad Ali, sang petinju legendaris lho! Beliau pernah mengatakan: “To be a great champion, you must believe you are the best. If not, pretend you are”.

Kalau dipikir-pikir, nama “Marvell” cocok sekali untuk menggambarkan kepribadian Marvell yang seperti superhero, ya! Mental kuat dan selalu berpikir positif. Tenang, tenang. Marvell juga manusia biasa yang kadang dihadapkan dengan masalah. Misalnya saja, baru-baru ini sebelum dia mengikuti kejuaraan nasional kickboxing, ibu jari kaki kanannya mengalami keretakan. Padahal, kejuaraan kurang sebulan lagi. “Awalnya kondisi ini membuatku down. Tapi dukungan dari orang tua, saudara dan teman-teman memberiku kekuatan baru”, Marvell menjelaskan. Marvell akhirnya tetap mengikuti kegiatan Kejuaraan Nasional (kejurnas), bahkan memenangkan medali. Dari pengalaman ini, kita belajar bahwa banyaknya kegagalan bukan sebuah akhir, melainkan pintu ke keberhasilan-keberhasilan yang mendatang.

Keaktifan Marvell di dunia olahraga tidak meredupkan semangatnya untuk belajar. Ini nih spesialnya. Umumnya, orang-orang akan berpikir bahwa menjadi atlet justru menghalangi kita untuk fokus pada akademik. Faktanya, olahraga yang cukup merupakan salah satu celah untuk menjaga kesehatan otak. Aktif berolahraga dapat meningkatkan aliran darah serta oksigen ke otak. Akhirnya, sel saraf dan koneksi antarneuron semakin terjaga. Efek praktisnya adalah lebih mudah mengingat dan cepat belajar hal yang baru. Olahraga juga dapat menurunkan stres dan memperbaiki kualitas tidur. Menurut Marvell sendiri, “olahraga membuat tubuh menjadi bugar serta punya banyak energi untuk sesi pembelajaran yang panjang”.

Raga Sehat Otak Encer

Menjadi atlet sekaligus anak teknik tentu punya tantangannya sendiri. Apalagi ketika keduanya memberikan tuntutan cukup besar. Ia menekankan pentingnya menyimak penjelasan dosen selama perkuliahan karena penjelasan tersebut nantinya akan diujikan. Selain itu, dengan selalu memperhatikan, ia dapat menghemat sisa waktu untuk istirahat maupun latihan. Ketika terdapat materi yang tidak dipahami, ia tidak ragu untuk bertanya. Pendukung pembelajaran yang tak kalah penting adalah lingkungan yang baik. Nah, fun fact, guys! Cara kita berteman akan membentuk siapa diri kita. Oleh karena itu, Marvell pun selalu mencari teman-teman yang ‘sefrekuensi’ dan selaras dengannya, baik dalam tanggung jawab maupun dalam cara belajarnya. Hal terakhir dan hal yang terpenting adalah menjaga keseimbangan rohani. “Saya percaya bahwa kerja keras yang tidak melibatkan Tuhan akan kehilangan maknanya,” ujar sang atlet.

Marvell sendiri mempunyai satu keyakinan sederhana yang menjadi pegangan serta motivasinya. Ia percaya bahwa bakat yang dimiliki bukanlah sekadar untuk disimpan, melainkan untuk dikembangkan. Mengembangkan kelebihan merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab penuh atas talenta yang telah diberikan oleh Tuhan. Ia menegaskan kembali, “Tuhan sudah mempercayakan bakat ini, oleh karena itu sangat disayangkan apabila berhenti di tengah jalan. Prinsip inilah yang membuatnya tetap bertahan ketika tubuh lelah, jadwal padat, dan tekanan datang dari berbagai arah. Bagi Marvell, menjadi atlet bukan hanya soal menang, tetapi tentang setia pada proses yang ia pilih sendiri. Di tahun 2026 ini, Marvell pun kembali menyiapkan diri untuk kejuaraan nasional mendatang pada tahun 2027. Nah, kita tunggu kelanjutan prestasinya di tahun 2027, guys…

Raga Sehat Otak Encer

Akhir kata, Marvell Nicholla menunjukkan bahwa sibuknya dunia atlet tidak mematahkan semangat belajarnya. Tepatlah ungkapan raga sehat otak encer untuk si jagoan Teknik Elektro ini. Hehehe… Ternyata anak Teknik Elektro beragam sekali ya. Isinya tidak melulu anak culun yang bisanya hanya belajar, melainkan seorang superstar di dunia olahraga. Menyala Kak Marvell… Jadi atlet saja sudah hebat, apalagi kalau jadi anak Teknik Elektro a.k.a. Teusian. BEEHHH, nampol. Udah gitu, kisah Marvell sangat cocok dengan jingle Teknik Elektro yang berkata: “cemerlang dalam terang”. Hayo siapa yang belum tahu jingle ini… Jangan lupa cek di akun Instagram kami @teknikelektroubaya ya. Segudang prestasi sudah terlukis kembali di laman Teknik Elektro. Kini, kami menunggu kisah kalian terpampang pula di laman ini. Oleh karena itu, ditunggu kehadirannya di prodi kami ya!

%d bloggers like this: