Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia teusian 15/12/2025

Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia

Keselamatan lansia menjadi salah satu isu penting yang sering luput dari perhatian di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Risiko jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera serius pada lansia, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri atau memiliki keterbatasan mobilitas. Berangkat dari permasalahan tersebut, sebuah tim mahasiswa yang tergabung dalam Tim Penghuni TB menghadirkan inovasi bertajuk Smartwatch Elderly-Care, sebuah sistem pendeteksi jatuh berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kemandirian lansia. Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia.

Inovasi ini dikembangkan oleh David Nathanael Asa, Fernando Arnold, dan Jonita Shaquandra Erzaela, yang berkolaborasi dalam satu tim dengan latar belakang ketertarikan pada teknologi embedded system dan IoT. Inovasi ini juga dibantu oleh Bapak Hendi Wicaksono Agung, Ph.D. sebagai dosen pembimbing mereka. Melalui pendekatan berbasis perangkat IoT, tim ini mencoba menawarkan solusi yang praktis dan dekat dengan keseharian pengguna. Pemilihan bentuk smartwatch bukan tanpa alasan, karena perangkat ini relatif nyaman digunakan, tidak mengganggu aktivitas lansia, serta memungkinkan pemantauan secara real-time melalui aplikasi yang telah mereka buat.

Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia

Smartwatch Elderly-Care dirancang untuk mendeteksi kondisi jatuh menggunakan sensor gerak yang terintegrasi. Ketika sistem mendeteksi pola gerakan yang mengindikasikan jatuh, perangkat akan secara otomatis mengirimkan data dan notifikasi melalui jaringan IoT. Informasi tersebut dapat diteruskan terutama kepada keluarga, sehingga respons darurat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Dengan mekanisme ini, risiko keterlambatan penanganan akibat lansia tidak mampu meminta pertolongan dapat diminimalkan.

Dalam proses pengembangannya, tim tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan kemandirian pengguna lansia. Sistem dirancang agar bekerja secara otomatis tanpa memerlukan interaksi kompleks dari pengguna. Hal ini menjadi poin penting, mengingat tidak semua lansia terbiasa dengan teknologi digital. Dengan pendekatan ini, teknologi diharapkan benar-benar menjadi alat bantu, bukan justru menambah beban bagi penggunanya.

Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia

Karya Smartwatch Elderly-Care ini kemudian diikutsertakan dalam ajang Elektro Champions 2025, sebuah kompetisi yang mempertemukan berbagai inovasi teknologi dari mahasiswa di bidang keteknikan elektro. Dalam kompetisi tersebut, setiap tim dituntut untuk tidak hanya menghadirkan ide kreatif, tetapi juga menunjukkan implementasi, kebermanfaatan, serta potensi pengembangan lebih lanjut dari solusi yang ditawarkan. Persaingan yang ketat membuat setiap capaian menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.

Melalui proses penilaian yang mencakup aspek inovasi, fungsionalitas, dan relevansi solusi terhadap permasalahan nyata, Tim Penghuni TB berhasil meraih peringkat 5 dalam ajang Elektro Champions 2025. Meskipun belum berada di posisi teratas, capaian ini menjadi bukti bahwa gagasan yang diusung memiliki nilai dan potensi yang diakui oleh dewan juri. Bagi tim, hasil ini bukan sekadar peringkat, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem yang telah dibuat.

Pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran, mulai dari kerja tim, manajemen waktu, hingga kemampuan mempresentasikan ide secara sistematis. Proses diskusi dan evaluasi dari juri juga membantu tim melihat kekuatan dan kelemahan dari sistem yang dikembangkan. Dari sini, muncul kesadaran bahwa inovasi teknologi tidak berhenti pada tahap lomba, tetapi perlu terus diuji dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di lapangan.

Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia

Smartwatch Elderly-Care (Smartwatch Keselamatan Kemandirian Lansia) menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial melalui pendekatan teknologi. Inovasi ini membuktikan bahwa IoT tidak hanya relevan untuk industri atau smart city, tetapi juga memiliki dampak langsung pada kualitas hidup kelompok rentan seperti lansia. Dengan pengembangan lebih lanjut, sistem semacam ini berpotensi menjadi bagian dari solusi layanan kesehatan berbasis teknologi di masa depan.

Di Teknik Elektro Universitas Surabaya (UBAYA) sendiri hadir utuk semua calon mahasiswa baru untuk bergabung melalui tiga peminatan. Peminatan tersebut antara lain Intelligent Robotics (IR), Biomedical Engineering (BE), dan Renewable Energy (RE). Melalui ketiga peminatan ini, mahasiswa dapat lebih fokus mendalami bidang peminatan mereka masing-masing. Apakah Anda tertarik dengan ikut perlombaan-perlombaan bersama Teknik Elektro UBAYA, Yuk daftarkan diri Anda  di website UBAYA.

Sampai jumpa di Teknik Elektro UBAYA!

%d bloggers like this: