Waktu boleh berlalu, namun kenangan selama menjalani masa perkuliahan sering kali tetap melekat dalam ingatan. Ruang kelas, laboratorium, tugas yang menumpuk, hingga teman seperjuangan yang dahulu hampir setiap hari ditemui, perlahan berubah menjadi cerita yang hanya sesekali dikenang. Melalui acara “Temu Kangen” Alumni yang diselenggarakan oleh Teknik Elektro Universitas Surabaya, berbagai kenangan tersebut kembali dihidupkan dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, sebuah momen untuk berbagi kehangatan bersama alumni.
Acara yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dihadiri oleh sekitar 30 alumni dari berbagai angkatan. Menariknya, para alumni mengetahui informasi kegiatan ini melalui media sosial Teknik Elektro Ubaya. Tanpa perlu undangan pribadi satu per satu, antusiasme alumni untuk kembali mengunjungi kampus menunjukkan bahwa ikatan dengan almamater tetap terjaga meskipun telah bertahun-tahun lulus.

Bertempat di area Fakultas Teknobiologi (FTB), kegiatan dimulai sejak sore hari dengan persiapan yang dilakukan oleh panitia mahasiswa angkatan 2022 dan 2023. Acara ini juga dimeriahkan oleh TEUS Band yang beranggotakan mahasiswa angkatan 2024 untuk menghibur para peserta melalui penampilan musik sepanjang kegiatan berlangsung. Sejak sesi open gate dibuka, para alumni disambut dengan suasana nostalgia yang langsung terasa. Selain menikmati alunan musik, peserta juga diajak mengikuti lab tour untuk melihat berbagai perkembangan fasilitas yang kini dimiliki Teknik Elektro Ubaya. Bagi sebagian alumni, khususnya alumni angkatan lama, kesempatan ini menjadi pengalaman yang cukup berkesan.
Menurut Mbak Theresia Septiriana Ivanka, S.Tr. T selaku Laboran Teknik Elektro yang turut terlibat dalam koordinasi kegiatan, banyak alumni yang menunjukkan ketertarikan untuk melihat kembali laboratorium Teknik Elektro. Bahkan terdapat alumni yang berasal dari angkatan 1991 dan mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas yang tersedia saat ini. “Banyak yang ingin melihat laboratorium lagi karena kondisinya sudah jauh berbeda dibandingkan saat mereka masih kuliah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan lab tour tersebut, alumni dapat melihat secara langsung perkembangan berbagai fasilitas pembelajaran yang terus diperbarui untuk mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bernostalgia sekaligus membandingkan kondisi kampus pada masa mereka berkuliah dengan keadaan saat ini.

Memasuki malam hari, acara dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ubaya, serta Jingle TEUS. Sambutan kemudian disampaikan oleh beberapa dosen, termasuk Bapak Agung Prayitno, S.T., M.Eng., Ph.D. serta Bapak Ir. Yohanes Gunawan Yusuf, M.MT., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni serta pentingnya menjaga hubungan baik antara alumni dan almamater.

Setelah sesi foto bersama dan makan malam, acara memasuki bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu sesi sharing bertajuk “Cerita S1-ku”. Sesi ini menjadi inti dari keseluruhan kegiatan reuni. Sejak kedatangan, setiap alumni telah menerima sticky notes untuk menuliskan satu kenangan atau pengalaman yang paling membekas selama menjalani masa perkuliahan. Sticky notes tersebut kemudian dikumpulkan dan dibacakan oleh pembawa acara secara bergantian. Alumni yang kisahnya dibacakan akan maju ke depan untuk menceritakan pengalaman tersebut secara lebih lengkap.

Konsep sederhana ini berhasil menghadirkan berbagai cerita menarik yang mengundang tawa sekaligus nostalgia. Salah satu kisah yang sempat dibagikan adalah pengalaman Kak Frankie yang berhasil melanjutkan studi magister di Dalarna University, Swedia. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa keberhasilannya menempuh pendidikan lanjutan tidak lepas dari dukungan para dosen selama masa perkuliahan. Terdapat pula cerita dari Kak Ester dan Lita, alumni angkatan 2016. Dalam ceritanya, ia mengenang kondisi kelas yang saat itu hanya memiliki dua mahasiswi. Jumlah tersebut membuat dosen dengan mudah mengetahui apabila salah satu dari mereka tidak hadir di kelas. Kisah sederhana tersebut mengundang tawa para peserta karena menggambarkan suasana perkuliahan yang sangat berbeda dengan kondisi saat ini.
Tidak hanya berbagi cerita, panitia juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi para alumni. Pada setiap meja telah tersedia action figure mini yang dibuat berdasarkan foto masing-masing alumni. Souvenir unik tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena memberikan sentuhan personal yang jarang ditemukan dalam kegiatan reuni pada umumnya.
Selain action figure, panitia juga membagikan tas sebagai kenang-kenangan selama sesi “Cerita S1-ku” berlangsung.
“Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi alumni untuk kembali berkumpul dan mengenang perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di Teknik Elektro Ubaya,” ungkap Vallen, mahasiswa Intelligent Robotics angkatan 2022. Melalui cerita-cerita yang dibagikan, alumni tidak hanya bernostalgia, tetapi juga dapat melihat bagaimana perjalanan karier dan kehidupan rekan-rekan seperjuangan mereka berkembang setelah lulus.

Lebih dari sekadar reuni, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan studinya. Kampus yang dahulu menjadi tempat belajar tetap menjadi rumah yang menyimpan berbagai cerita, pengalaman, dan kenangan berharga. Melalui Reuni Alumni ini, Teknik Elektro Ubaya kembali membuktikan bahwa ikatan kekeluargaan yang terjalin selama masa kuliah dapat terus bertahan meskipun waktu telah berlalu. Di tengah kesibukan pekerjaan dan kehidupan masing-masing, satu sore dan malam yang dihabiskan bersama ternyata cukup untuk membawa kembali banyak cerita lama yang mungkin sudah lama tersimpan dalam ingatan.
Seperti yang terlihat sepanjang acara berbagi kehangatan bersama alumni ini, terkadang yang paling dirindukan dari masa kuliah bukan hanya ruang kelas atau laboratoriumnya, melainkan orang-orang yang pernah tumbuh dan berjuang bersama di dalamnya.
Sampai jumpa di kegiatan kami selanjutnya!