Semester enam diakhiri dengan cerita Teus Hasilkan Capstone Design. Di tengah masa libur menuju semester tujuh, mahasiswa angkatan atas kembali ke kampus untuk menunjukkan hasil kerja yang sudah mereka kembangkan selama perkuliahan. Lewat Teus Day yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026, berbagai proyek tidak hanya dipresentasikan, tetapi juga menjadi gambaran kecil tentang bagaimana mahasiswa Teknik Elektro mengubah ide menjadi sebuah karya yang bisa dilihat dan didemonstrasikan.

Teus Day sendiri adalah kegiatan seminar internal dari Teknik Elektro yang menjadi tempat untuk mempresentasikan tugas akhir sekaligus tugas sebagai syarat kelulusan mata kuliah Desain Produk Elektronika (DPE). Acara ini dihadiri mahasiswa angkatan atas yang mengambil DPE, dosen-dosen Teknik Elektro, serta siswa dan guru SMK St. Louis yang sedang mengikuti program magang dan mendapat undangan. Karena skalanya tidak terlalu besar, kepanitiaannya pun cukup sederhana dan sebagian besar berasal dari mahasiswa Teknik Elektro. Acara ini diketuai oleh Kak Hasan, mahasiswa Teknik Elektro UBAYA angkatan 2024.
Teus Hasilkan Capstone Design di Teus Day
Sebelum masuk ke acara utama, suasana Teus Day sempat dibuka dengan meriah oleh penampilan kungfu dari Marvell Nicholla. Setelah itu, perhatian mulai beralih pada berbagai karya yang sudah dipersiapkan oleh mahasiswa. Hasil karya yang ditampilkan dalam kegiatan ini dikenal sebagai capstone product. Menariknya, karya yang dipresentasikan tidak hanya berasal dari mata kuliah DPE. Beberapa mahasiswa angkatan atas juga sekaligus menunjukkan hasil tugas akhir yang menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk menuju kelulusan.
Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah SERASI (Sistem Terapi Regulasi Emosi Berbasis Audio Frequency Menggunakan Brain Electrical Activity dan Binaural Beats) milik Kak Maya. Secara sederhana, SERASI bekerja dengan membaca sinyal aktivitas otak, kemudian menghasilkan terapi berbasis suara dengan frekuensi tertentu menggunakan binaural beats. Proyek seperti ini memperlihatkan bagaimana bidang Teknik Elektro dapat bertemu dengan kebutuhan manusia, khususnya ketika teknologi pengolahan sinyal dan perangkat elektronika diarahkan untuk mendukung bidang kesehatan.
Ada pula Guardian Jacket, proyek dari kelompok Kak Onggo, Filipus, Angel, dan Adinda. Berbeda dengan SERASI yang berfokus pada pengolahan sinyal otak dan terapi berbasis audio, proyek ini dikembangkan dengan pendekatan yang berkaitan dengan keamanan. Kak Evan juga bercerita bahwa Hempas, helm pintar berbasis IoT yang dikerjakan bersama Kak Abel, Michael Ong, dan Khrisna, merupakan pengembangan dari helm bekas proyek kakak tingkat, Ko Lim. Helm tersebut kemudian dikembangkan dengan fokus pada keamanan pengendara, melalui fitur seperti pembersih kaca, navigasi, sistem keamanan, dan deteksi kondisi darurat.

Selain proyek-proyek tersebut, ada Asthma Care dari peminatan Biomedical Engineering. Asthma Care berhasil mendapatkan penghargaan Karya Terbaik, menunjukkan bagaimana ilmu Teknik Elektro dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan di bidang kesehatan. Sementara itu, Hempas memperoleh penghargaan Karya Terfavorit. Proyek ini memiliki beberapa sistem yang saling mendukung, mulai dari sistem pembersih kaca, navigasi, keamanan, hingga deteksi kondisi darurat. Kedua karya tersebut menjadi contoh bahwa satu bidang Teknik Elektro dapat menghasilkan proyek dengan fokus yang sangat beragam, tergantung kebutuhan dan peminatan mahasiswa.

Proses di Balik Presentasi DPE
Namun, di balik berbagai alat yang akhirnya bisa dipresentasikan, ada cerita tentang proses yang tidak selalu mudah. Selesainya presentasi DPE menjadi tanda bahwa salah satu beban besar di semester enam akhirnya selesai. Bagaimana tidak? Presentasi tersebut bahkan mengambil waktu di antara masa libur semester enam menuju semester tujuh. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat akhirnya harus dikorbankan untuk memastikan proyek siap dipresentasikan. Kak Felicia bahkan mengaku bahwa pada hari pelaksanaan Teus Day, ia dan teman-temannya tidak banyak berfoto karena sudah terlalu lelah. “Jujur aja kemarin Teus Day kita pada nggak foto, soalnya udah pada capek kayaknya,” ujarnya.
Setelah melewati DPE, mahasiswa angkatan 2023 kini mulai memasuki fase berikutnya yaitu tugas akhir dan magang. Dari empat mata kuliah yang diambil, hanya dua kelas yang masih benar-benar terasa seperti perkuliahan. Selebihnya, perhatian mulai terbagi pada persiapan menuju kelulusan. Di sisi lain, mahasiswa angkatan 2025 yang baru memasuki semester tiga juga mulai menghadapi fase perkuliahan yang lebih menantang. Kak Felicia pun memberikan pesan sederhana, “Semangat ya semester 3, kalau dibandingin sama semester 2 lebih berat jauh.”
Menariknya, perjalanan mahasiswa Teknik Elektro ternyata tidak berhenti pada tugas akhir dan magang. Ketika sebagian mahasiswa angkatan atas mulai mempersiapkan TA dan magang, ada pula yang bersiap melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Salah satunya Ko Michael Ong yang akan berangkat ke Taiwan untuk melanjutkan S1. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan mahasiswa Teknik Elektro tidak hanya berhenti di ruang kelas. Program exchange juga menjadi salah satu pilihan yang dapat membuka pengalaman akademik di luar kampus.
Setelah semua presentasi selesai, mahasiswa juga tidak sekadar meninggalkan karya begitu saja. Setiap proyek dilengkapi flyer yang menjelaskan karya tersebut dan nantinya akan dikumpulkan menjadi satu buku. Dengan begitu, Teus Day bukan hanya menjadi tempat untuk mempresentasikan hasil kerja, tetapi juga menjadi dokumentasi perjalanan mahasiswa dalam menyelesaikan proyek-proyek mereka.
Pada akhirnya, Teus Day bukan sekadar tentang siapa yang memenangkan penghargaan atau alat mana yang paling menarik perhatian. Di balik setiap capstone design ada proses panjang, kerja kelompok, revisi, rasa lelah, bahkan waktu libur yang harus dikorbankan. Setelah Teus hasilkan capstone design, sisi lainnya masih akan menjalani semester-semester berikutnya. Semua mahasiswa berada di tahap yang berbeda, tetapi sama-sama sedang membangun cerita mereka sendiri sebagai mahasiswa Teknik Elektro.