Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan teusian 20/04/2026

Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan

Ramadan dalam hangatnya kebersamaan selalu hadir sebagai waktu yang paling dinanti. Bukan sekadar siklus tiga puluh hari dalam kalender, melainkan bulan suci yang sarat makna, penuh berkah, dan menghadirkan kehangatan bagi setiap insan. Suasana khasnya begitu terasa—mulai dari lantunan doa, hiruk-pikuk persiapan berbuka, hingga suara yang hanya terdengar setahun sekali, “tuk tuk tuk… sahuuurrr,” yang seolah menjadi penanda kehidupan yang lebih hidup di bulan ini.

Dua mahasiswa Teknik Elektro menyapa dengan salam hangat pada Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan

Bagaimana mungkin Ramadan tidak dirindukan, kan? Di dalamnya tersimpan begitu banyak euforia yang tak tergantikan. Bukan hanya tentang penantian menuju hari kemenangan, tetapi juga tentang indahnya berbagi kebaikan. Bulan ini mengajak kita kembali melihat sekeliling dan menjadi rendah hati. Tenangnya bulan ini ditandai pula dengan takjil yang dibagikan di pinggir jalan, senyum yang saling menyapa, hingga silaturahmi yang kembali terjalin erat. Setiap momen terasa lebih hangat, lebih dekat, dan lebih bermakna.

Mahasiswa mengantre mengambil hidangan buka puasa di Plaza Elektro Gedung TB

Dari sekian banyak kebahagiaan yang hadir, ada satu momen yang selalu ditunggu-tunggu: kebersamaan dalam buka puasa. Sebuah waktu sederhana, namun mampu menyatukan cerita, tawa, dan rasa syukur dalam satu meja yang sama. “Ini artikel Teknik Elektro, mengapa membahas Ramadhan begitu hangat?” Jawabannya sederhana: Teknik Elektro tak hanya berfokus pada bidang pengembangan teknologi, melainkan juga menanamkan semangat toleransi, kebersamaan dan saling menghargai antar umat beragama. Seperti moto utama Universitas Surabaya, “salam multikultur,” Teknik Elektro menjadi tempat merangkul kebersamaan, layaknya rumah yang selalu hangat.

Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan di Plaza Elektro

Kegiatan yang selalu ditunggu ini hadir di hari Kamis (12/03/2026) bertempat di Plaza Elektro, lantai dua Gedung TB. “Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan kami,” ungkap Angel, salah satu mahasiswa angkatan 2023. Bagi kami, buka bersama bukan hanya tentang mengakhiri rasa lapar, tetapi tentang merayakan kebersamaan yang mungkin jarang kita rasakan di hari-hari biasa. Sungguh, kalimat ini tidak berbohong. Meski cuaca buruk melanda, mahasiswa Elektro tetap berbondong-bondong datang.

Sore itu, hujan datang tanpa diundang. Angin kencang membuat kami diguyur hujan bukan main. Wah.. jangan-jangan acara sore ini urung. Ternyata oh ternyata, tebakan tersebut salah. Waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB dan Plaza Elektro sudah dipenuhi mahasiswa dari berbagai angkatan. Tampak pula Kaprodi Teknik Elektro, Bapak Hendi Wicaksono Agung Darminto, S.T., M.T., Ph.D., CIQaR., CMSE. beserta jajaran dosen serta laboran lainnya. Tak hanya makanan berat, camilan, buah dan minuman juga melengkapi meja panjang yang digelar. Dapat dipastikan mereka yang tidak hadir akan menyesal. Plaza mulai ramai dengan obrolan hangat para mahasiswa. Suasana hangat ini membuat kami melepas penat sejenak, melupakan bahwa kami masih memiliki beberapa tugas maupun kelas yang menanti.

Mahasiswa berkumpul dan bercengkerama di Plaza Elektro pada buka bersama Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Valen, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2023. Sambutan tersebut dilengkapi oleh berbagai candaan yang membuat gelak tawa mahasiswa pecah. Singkat saja, sambutan tersebut diakhiri dengan doa bersama sebelum menyantap makanan dipimpin oleh salah satu mahasiswa angkatan 2024. Umumnya, Universitas Surabaya membiasakan mahasiswanya untuk berdoa dengan kepercayaan masing-masing. Namun, karena kegiatan hari ini merupakan acara buka bersama untuk menghargai umat beragama Islam, doa kali ini dipimpin menurut agama Islam. “Maaf ya teman-teman kali ini doanya dipimpin dengan agama Islam dulu ya,” celetuk Valen, MC kegiatan ini. Mendengar hal itu, spontan para mahasiswa tertawa.

Mahasiswa memberikan sambutan dengan mikrofon sebelum doa bersama di Plaza Elektro

Krucuk krucuk… Hari sudah malam, perut sudah berkicau, apa tandanya? Tandanya.. saatnya berbuka! Setelah jajaran dosen dan laboran mengambil makanan, tibalah saatnya para mahasiswa mengantri. Huru-hara mulai terlihat. Terdapat dua tipe mahasiswa: buru-buru antri versus mageran. Ada yang berbondong-bondong langsung mengantri, ada pula yang masih duduk santai, menunggu hingga sepi. “Males ah.. ntaran deh”

Berbagai hidangan tersaji rapi di atas meja panjang. Tak sekadar menyediakan makanan, mahasiswa yang bertugas juga dengan sigap melayani mahasiswa lain mengambil hidangan. Para mahasiswa yang mengantre dilayani oleh Alim Nova, David Nathanael, dan Fernando Arnold. Makanannya beragam, mulai dari mi, suki, tahu, tempe, cireng, molen, hingga berbagai buah-buahan. Seolah makan di restoran Bintang lima, makanannya mantep banget.

Mahasiswa yang bertugas melayani hidangan buka bersama Ramadan dalam Hangatnya Kebersamaan di Plaza Elektro

Merayakan Ramadan dalam hangatnya kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menyadarkan para mahasiswa akan identitasnya sebagai warga Indonesia, khususnya sebagai mahasiswa Ubaya yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Malam itu, Teknik Elektro berhasil menghadirkan kembali kehangatan dan kebersamaan di antara para mahasiswanya. Usai menikmati hidangan bersama, satu per satu mahasiswa mulai beranjak pulang. Suasana perlahan menjadi lengang. Namun, ketenangan ini hanyalah sementara. Esok hari, kami semua akan kembali menjalani peran sebagai mahasiswa, belajar dan berkarya. Tunggu dahulu. Sebelum menutup artikel ini, Teusian, apa kata kuncinya? Selamat hari raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

%d bloggers like this: