Soft Launching AI Center teusian 13/04/2026

Soft Launching AI Center

Merayakan Dies Natalis ke-58, Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan soft launching AI Center. Peresmian tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (11/03/2026) oleh Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT. Peresmian AI Center tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam Rapat Terbuka Senat yang diselenggarakan pada hari yang sama. Kegiatan rapat senat dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi serta jajaran-jajaran dosen lainnya.

Peresmian Soft Launching AI Center Ubaya, seorang pria berjabat tangan dengan robot di depan anggota senat

Rapat Terbuka Senat diawali pukul 09.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Ubaya. Kemudian, kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. Benny sebagai Rektor Ubaya. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tema besar Dies Natalis tahun 2026, “Navigating the New Leap into the Future: Scaling Impact and Leading Transformation”. Melalui pidatonya, beliau memaparkan visi dan misi Universitas Surabaya dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Dr. Benny menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pemimpin transformasi (leading transformation). “Perguruan tinggi harus menjadi pemimpin dan arsitek perubahan. Bukan sekedar pengelola rutinitas apalagi hanya menjadi penonton perubahan,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ubaya mengukuhkan AI Center sebagai salah satu wujud nyata komitmennya dalam menghadapi transformasi digital. Kehadiran AI Center menjadi salah satu langkah strategis Ubaya dalam memperkuat integrasi data sains ke dalam riset multidisiplin. Hal ini juga sejalan dengan upaya Ubaya untuk berperan sebagai pemimpin transformasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dengan demikian, AI Center tidak hanya hadir sebagai fasilitas baru, tetapi juga menjadi wujud nyata dari lompatan strategis yang telah dirancang dalam Rencana Strategis 2019–2026 untuk menghadapi dinamika dan persaingan global.

AI Center sendiri bertempat di bagian depan Gedung Teknik B (TB). Ruangan ini menjadi salah satu wajah baru bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik, karena letaknya yang strategis dan langsung terlihat saat memasuki area Gedung Teknik. Masuk ke bagian dalam, ruangan ini memiliki empat bilik yang berbeda, yaitu dua ruang demo, satu ruang diskusi dan rapat. Menjelang soft launching, AI Center telah beroperasi untuk berbagai pertemuan. Salah satunya adalah untuk kegiatan Artificial Intelligence Bootcamp 2026 lalu.

Prototipe Teknik Elektro di Soft Launching AI Center

Berbagai pihak turut terlibat dalam kegiatan Soft Launching ini, termasuk mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Pihak Teknik Elektro menyiapkan empat prototipe proyek yang berbeda: TEUSNAR, TEUSCHIS, Camera Vision Machine Hikrorobot, dan Epson SCARA T3.

Proyek TEUSNAR atau “Teknik Elektro Ubaya Smart Nurse Assistant Robo” dipresentasikan oleh David Nathanael Asa. Proyek ini merupakan hasil karya alumni mahasiswa Teknik Elektro sebagai tugas akhirnya. Robot ini dilengkapi dengan kamera, sensor LIDAR, mikrofon, serta koneksi internet yang memungkinkan robot untuk berkomunikasi dengan pengguna. Sesuai dengan namanya, robot ini dapat memberikan informasi terkait penyakit-penyakit hingga jadwal dokter terdekat yang tersedia.

Mahasiswa Teknik Elektro memamerkan prototipe TEUSNAR di ruang demo Soft Launching AI Center

Masih di ruangan yang sama, TEUSCHIS atau “Teknik Elektro Ubaya Smart Chess Intelligent System” mendapatkan kesempatan untuk didemokan pula. Proyek ini didemokan langsung oleh mahasiswa yang berperan dalam pembuatannya, Agung. Umumnya, permainan catur dengan robot hanya dilakukan dengan aplikasi online. Dengan adanya inovasi dari Agung, permainan ini dapat dilakukan secara real-time menggunakan robot UR3 yang telah disambungkan dengan AI serta disiapkan dengan program hasil karyanya sendiri. Dengan bantuan kamera, robot dapat melihat pergerakan lawan dan melawannya dengan strategi jitu. Agung mengaku bahwa sejauh ini belum ada yang dapat mengalahkan kemampuan robotnya. Kemahiran bermain catur TEUSCHIS setara dengan juara dunia di bidang catur.

Mahasiswa bermain catur melawan robot UR3 TEUSCHIS dalam demo Soft Launching AI Center

Di sisi kanan ruang demo, Fernando Arnold menyimulasikan Hikrorobot disertai alat bantu objek berwarna merah, hitam dan silver. Hikrobot merupakan kamera sensor industri berbasis vision system yang digunakan dalam sistem robotika dan otomatisasi untuk mendeteksi serta membaca informasi visual pada objek, seperti barcode dan QR code. Kamera ini dilengkapi dengan pencahayaan LED, serta konektivitas USB atau Ethernet untuk terhubung dengan komputer pengguna. Fernando menunjukkan cara kerjanya dengan memindah-mindahkan obyek yang dipindai oleh kamera. Hasilnya, sistem akan menunjukkan spesifikasi obyek tersebut, apakah obyek sesuai dengan program atau tidak.

Mahasiswa mendemonstrasikan kamera vision Hikrobot dengan objek merah, hitam, dan silver pada laptop

Alat terakhir yang dipresentasikan oleh mahasiswa Teknik Elektro adalah Epson SCARA, sebuah alat industri yang dapat memindahkan serta memilah barang sesuai dengan program serta bergerak dalam 4 sumbu gerak yang berbeda. Alat ini dipresentasikan oleh Marvell Nichola dan Jonita Shaquandra. Meski tidak banyak prototipe yang ditampilkan, Ubaya bersama mahasiswa Teknik telah menunjukkan langkah nyata dalam merealisasikan pengembangan AI Center sebagai wadah inovasi dan pengembangan teknologi di lingkungan kampus. Terdapat pula beberapa prototipe dari jurusan yang berbeda, seperti Ifaya chatbot, algae finder, Signbridge Bisindo, Weldvision, dan beragam inovasi lainnya. Tak hanya sekedar dipamerkan, seluruh prototipe ini dapat berjalan dengan baik.

Mahasiswa Teknik Elektro mengoperasikan robot Epson SCARA yang dikendalikan dari laptop

Selain mendukung transformasi digital, Soft Launching AI Center memberikan sarana pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa Ubaya. Kehadiran sarana ini turut memperkuat pembelajaran mahasiswa Teknik Elektro, khususnya dalam tiga bidang peminatannya, Intelligent Robotics, Biomedical Engineering, dan Renewable Energy. Dengan akreditasi Unggul yang telah diraih, Teknik Elektro Ubaya menunjukkan kualitas pendidikan yang tidak hanya terjamin, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Didukung oleh fasilitas seperti AI Center, Teknik Elektro mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai ide, kreativitas, dan inovasi lintas bidang. Oleh karena itu, sudah saatnya mahasiswa berani melangkah dan bergabung dengan Teknik Elektro sebagai pilihan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

%d bloggers like this: