Teknik Elektro Ubaya hadirkan solusi canggih Self-Parking. Hidup di perkotaan memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satunya… “TIN TIN TIN!” Suara bel mobil sangat mudah terdengar di perkotaan. Bagaimana tidak, berangkat kerja macet, pulang pun macet. Bahkan, masalah umum ini menghasilkan masalah turunan lainnya: susah parkir. Ditambah dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki mobil/kendaraan pribadi, tempat parkir menjadi hal yang susah dilakukan apalagi di tempat-tempat umum. Dibutuhkan keterampilan berparkir dalam situasi seperti ini. Perkara ini bukan perkara yang mudah, mengingat perbedaan kemampuan setiap pribadi. Manuver mundur, memperkirakan jarak dengan kendaraan lain, hingga memastikan mobil tidak menyenggol pembatas parkir membutuhkan ketelitian dan pengalaman. Bagi sebagian orang, terutama pengemudi pemula, parkir paralel bahkan bisa menjadi momen paling menegangkan dalam berkendara.

Untungnya, meski manusia tidak selalu sempurna, manusia mampu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan. Dengan keunggulan berpikirnya, perkara besar dapat dipecah menjadi perkara yang sederhana. Berbagai teknologi dan sistem bantuan mulai dirancang untuk mengambil alih tugas-tugas berat. Pada kasus susah parkir, manusia telah menciptakan inovasi sederhana, yaitu sistem parkir otomatis. Ide inilah yang juga menginspirasi penelitian tugas akhir Alim Nova Dianto, mahasiswa Teknik Elektro Ubaya. Alim, atau yang biasa disebut Lim menjadikan masalah ini sebagai topik tugas akhirnya. Ia mengembangkan sistem self-parking pada miniatur kendaraan berskala 1:5 yang berbasis Lidar.

Solusi Canggih Self-Parking Berbasis LiDAR
“Ada dua alasan utama pemilihan topik ini. Pertama, karena parkir itu adalah hal yang cukup menyusahkan. Yang kedua, self-parking itu fitur yang harusnya ada dalam perkembangan teknologi mobil. Menurutku, ada banyak fitur yang harus ditambahkan dalam perkembangan autonomous vehicle, salah satunya adalah self-parking,” Alim menjelaskan. Saat ini, self-parking dapat digolongkan menjadi dua kategori, Autonomous Valet Parking (AVP) dan Autonomous Parking Assist (APA). Pada kategori pertama, valet merupakan teknologi yang bisa mencari tempat parkir tanpa adanya pengawasan dari manusia. Sedangkan, kategori parking assist masih memerlukan pengawasan dan campur tangan manusia. Untuk tugas akhir ini, Alim menerapkan kategori yang kedua, yaitu autonomous parking assist.
Dengan pemilihan APA, diharapkan apabila terdapat kesalahan dalam sistem parkir, pengemudi yang bersangkutan dapat segera mengambil alih. Desain miniatur mobil Alim dilengkapi oleh dua sensor Lidar pada bagian kiri dan kanan mobil. Bagian tubuh mobil terlihat rapi dan presisi. Bahkan, Alim mengaku telah memastikan bahwa ukuran mobil maupun jalur untuk uji coba yang dibuat telah sesuai dengan skala yang ditentukan oleh pemerintah perhubungan Republik Indonesia. Untuk mobil penumpang (Golongan 1 & 2), ukuran yang sesuai dengan standar adalah 2.3-2.5 ×5 meter. Karena Alim menggunakan skala 1:5, lebar tempat parkir miliknya menjadi 46 centimeter.

Berbahan dasar filamen 3D-print, mobil miliknya dilengkapi pula oleh tombol-tombol untuk mengganti mode parkir yang akan digunakan. Terdapat dua tipe parkir yang dapat dilakukan, yaitu seri/perpendicular dan paralel. “Untuk proyek ini, fokus utama sasaran parkirnya adalah di sisi kiri,” ujar Alim. Kedua sensor LiDAR (Light Detection and Ranging), atau spesifiknya RPLiDAR A2M12 dapat melakukan pemindaian 360° dan membaca jarak dari semua arah. LiDAR akan memancarkan laser (infrared) dan memanfaatkan pantulannya untuk menghitung waktu yang dibutuhkan cahaya tersebut kembali setelah mengenai suatu objek. Dari hasil selisih waktu, LiDAR dapat menyimpulkan jarak suatu obyek lain. Alim menjelaskan kembali, “LiDAR yang dipakai disini disetel hanya membaca setengah lingkaran karena sebagian area tertutup oleh body mobil. Sudut yang digunakan dari 0° hingga 180°, dan untuk LiDAR di sisi kanan, arahnya dibalik.”

Meski terlihat sederhana, belum tentu semua orang dapat merancang proyek ini lho… Tak hanya merancang dan merakit, Alim juga harus memprogram agar mobil dan sensor dapat bekerja seirama. Bahkan, Alim harus membuat coding-an hingga seribu baris. Tak usai di sekadar membuat program, Alim juga harus memastikan ukuran presisi mobil, merakit sensor dan komponen lainnya, hingga melakukan pengujian. Terdapat beberapa kondisi parkir yang harus diujikan. Banyak sekali ya… Bagaimana mungkin serangkaian tugas ini bisa selesai begitu dini? Ternyata oh ternyata, Alim sudah mencicil mengerjakan tugas akhir ini semenjak akhir semester keenamnya. Kini, Alim sudah menyelesaikan tahap pengujian hingga pembuatan buku tugas akhir. Hal terakhir yang perlu dilakukan olehnya hanya membuat jurnal untuk nantinya dipublikasikan. Wow! Kita tunggu jurnalnya terbit ya guys…

Dari proyek akhir ini, mahasiswa Teknik Elektro membuktikan bahwa berbagai permasalahan di sekitar kita dapat menjadi awal lahirnya sebuah solusi. Sistem self-parking hanyalah salah satu contoh kecil bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Menariknya, self-parking bukan satu-satunya proyek kreatif yang lahir dari mahasiswa Teknik Elektro Ubaya. Masih banyak inovasi lain yang dikembangkan, yang tentu tidak dapat diceritakan hanya dalam satu artikel. Setiap tahunnya, mahasiswa menghadirkan beragam proyek dengan pendekatan dan bidang yang berbeda.
Keberagaman tersebut hadir karena mahasiswa diberikan kebebasan memilih topik tugas akhir sesuai peminatan yang tersedia di Program Studi Teknik Elektro, yaitu Intelligent Robotics, Biomedical Engineering, dan Renewable Energy. Ketiga bidang ini membuka ruang eksplorasi yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan minatnya masing-masing.
Pada akhirnya, keberagaman peminatan ini bukan tentang mana yang lebih unggul, melainkan bagaimana setiap bidang saling melengkapi. Melalui berbagai proyek inilah mahasiswa Teknik Elektro Ubaya belajar untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan perlahan mengubahnya menjadi solusi yang berdampak bagi masa depan. Seperti solusi canggih Self-Parking, siapkah kita menciptakan inovasi-inovasi berdampak lainnya? Yuk, mulai perjalananmu bersama kami di Program Studi Teknik Elektro Ubaya.