Satu semester lagi telah kami lalui bersama Teknik Elektro: trial and error. Lembaran-lembaran yang telah berlalu perlahan menuntun kami menuju kisah yang baru. Cepat atau lambat, kami harus menghadapi semester yang baru –semester genap. Terdapat banyak cerita dari semester gasal mahasiswa Teknik Elektro. Rangkaian listrik, bau timah, gambar teknik, hingga proyek 3D printing. Semuanya telah mewarnai cerita Teknik Elektro. Apakah melelahkan? Tentu banyak kata “lelah”, ketika proyek masih gagal, praktikum tidak cepat usai, maupun ketika bertemu perhitungan yang butuh ketelitian. Namun, rasa lelah selalu dilengkapi oleh kebahagiaan yang lebih besar, apalagi ketika berproses bersama keluarga yang hangat. Seperti kata pepatah, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Meski harus seringkali mencoba, gagal dan bangkit lagi, hal tersebut justru menjadi ciri khas mahasiswa Teknik Elektro. Trial and error merupakan proses penting dalam satu semester gasal ini. Apa saja sih yang dilalui pada semester gasal?

Semester gasal mahasiswa baru diakhiri oleh proyek Pengantar Teknik Elektro –membuat rangkaian dengan komponen pasif. Para mahasiswa diberi waktu satu setengah bulan, waktu yang sangat cukup untuk menyiapkan sebuah proyek. Persiapan dimulai dengan mencari proyek, komponen, skematik hingga mencetak PCB. Proyek yang dibuat sangatlah beragam. Salah satu yang paling umum adalah running LED maupun lampu lalu lintas. Setelah menentukan proyek, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menyiapkan skematik. Proses ini mengasyikkan karena kami hanya perlu meletakkan komponen-komponen dan menyambungkannya. Di balik proyek ini, banyak kisah unik dan lucu terjadi. Seperti judul artikel ini, banyak trial dan…? Dan error. Hahaha…

Ketika mengerjakan proyek ini, beberapa mahasiswa harus berpindah-pindah aplikasi karena terdapat beberapa komponen yang tidak mempunyai bentuk di skematiknya. Ada pula yang pusing mengganti proyek ini itu. Bahkan, ada mahasiswa yang membuat proyek dengan 33 komponen ketika minimum komponennya adalah 10. Alhasil, ia bingung sendiri karena skematiknya yang rumit. Dia sendiri geleng-geleng, apalagi orang lain rek…Ngga habis pikir banget. Mencoba simulasi proyek berkali-kali? Oh, itu hal yang umum. Yang paling unik dari segala yang unik adalah mahasiswa yang mengerjakan proyek tiga hari sebelum tenggat demo proyek. “Eh rek, yaapa ini ya. Cara membuat skematiknya gimana ya?” Ujar mahasiswa Sistem Kebut Semalam (SKS) satu itu di waktu yang super-duper mepet. Reflek mahasiswa lain menertawakannya. Kata “chaos” sangat menggambarkan keadaan mahasiswa di penghujung tenggat proyek ini.
Belum usai, proses pencetakan PCB kadang diramaikan pula oleh drama. Seperti kisah Louis Nathanael, “PCB-ku salah ukuran. Ternyata ukuran file yang kukirim sudah benar, tapi yang nyetak ragu karena besar. Akhirnya dikecilkan oleh tukang cetaknya”. Proses paling menyenangkan sekaligus menegangkan adalah menyolder. Malu dongg anak Elektro kalau tidak bisa menyolder… Bagian error-nya adalah ketika hasil solder kami gosong. Beberapa dari kami akhirnya mencetak PCB hingga beberapa kali.

Di akhir semester gasal, kakak tingkat semester tiga juga mendapatkan ujian berupa proyek. Menariknya, sesuai dengan lamanya mereka hadir di Ubaya, jumlah proyek mereka adalah tiga buah. “Sebenarnya cuma ada dua proyek wajib untuk semester ini. Namun, beberapa mahasiswa mengambil satu mata kuliah pilihan tidak wajib yang memberikan tugas proyek juga”, ungkap Ivana Dara, mahasiswa angkatan 2024. Ketiga mata kuliah tersebut adalah Gambar Teknik, Electronic Digital, dan Rangkaian Listrik. Gambar Teknik nampak seperti sebuah cara refreshing yang dibalut dengan tantangan dan ketelitian. Mata kuliah ini mengajak mahasiswanya untuk menggambar sebuah obyek secara detail lengkap dengan cara kerja ataupun lapisan obyek satu-persatu. Untuk proyek akhir mata kuliah ini, mahasiswa Teknik Elektro mendapatkan tugas untuk mendesain proyek menggunakan printer 3D. Ini nih asyiknya. Mahasiswa dapat mencetak apa saja sekreatif mungkin. Ada yang membuat kalender, permainan lempar bola, alat mengangkut barang, holder HP, hingga lampu taman. Hal yang menjengkelkan dari kegiatan ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencetak alat. Apalagi, mahasiswa harus mengantri untuk menggunakan printer 3D.

Kedua mata kuliah lainnya pun memiliki tantangannya sendiri. Mata kuliah Rangkaian Listrik mengharuskan mahasiswa untuk lebih teliti memperhatikan gelombang listrik pada alat bernama Osiloskop. Meski mata kuliah Rangkaian Listrik dan Electronic Digital sama-sama merangkai, mata kuliah Electronic Digital lebih banyak merangkai dengan sirkuit terpadu atau yang lebih umum dikenal Integrated Circuit (IC). Di balik keasyikan mencoba rangkaian Electronic Digital, ada mata yang siap sedia terbuka lebar tiap malamnya. Hal ini terjadi karena pengerjaan proyek maupun praktikum yang butuh kesabaran penuh. Mahasiswa Teknik Elektro harus berbekal banyak akal. Seperti kata Ivana Dara, “Satu kesalahan kecil bisa menyebabkan rangkaian error”. Kehati-hatian juga sangat dibutuhkan. Apabila salah menekan tombol power, IC bisa meledak lho…

Dengan perjalanan bersama Teknik Elektro: trial and error, kami berhasil menaklukkan satu semester ini. Banyak pengalaman hingga prestasi baru yang telah diukir. Kami mengikuti beberapa kegiatan menarik seperti kuliah tamu, Electrical Engineering Gathering (E2G) hingga peresmian peminatan baru –Renewable Energy (RE), peminatan yang sangat inovatif dan ekspresif dari Teknik Elektro. Di sisi prestasi, Teknik Elektro telah meraih penghargaan pada perlombaan seperti BENMAX ITS, Elektro Champions Balikpapan hingga Kejuaraan Nasional Kickboxing.
Trial and error merupakan pembuka untuk tirai perjalanan yang baru. Kegagalan tak ubahnya “topping” pelengkap dari keberhasilan, seperti pudding yang tak lengkap tanpa keberadaan vla. Semester gasal tidak sekadar lewat, namun meninggalkan jejak. Semester ini telah mengajarkan ketekunan, kesabaran, hingga cara untuk memperbaiki diri. Dari semester yang dipenuhi error menjadi semester baru yang “upgrade”. Semoga artikel ini menguatkan kalian yang sedang menyiapkan versi terbaik dari diri kalian. Dan siapa tahu, langkah itu akan membawa kalian ke Teknik Elektro Ubaya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.