Selamat Berjuang, Para Kartini teusian 11/05/2026

Selamat Berjuang, Para Kartini

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momen untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, pendidikan, dan kesempatan yang setara. Semangat Kartini tidak berhenti sebagai catatan sejarah semata, melainkan terus hidup dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan tinggi. Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, nilai-nilai keberanian, kecerdasan, dan keteguhan perempuan tetap menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Karena itu, selamat berjuang, para Kartini!

Ilustrasi perempuan masa kini dan semangat Selamat Berjuang Para Kartini

Dalam rangka memperingati hari Kartini, Kepala Program Studi Teknik Elektro, Bapak Hendi Wicaksono Agung, Ph.D. menghimbau para mahasiswa untuk mengenakan pakaian adat maupun kebaya pada hari Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini tidak semata dilakukan hanya untuk meramaikan, namun mengenang perjuangan Kartini. Melalui pemikirannya yang maju, Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kebebasan dalam menentukan masa depan. Gagasan tersebut muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap batasan sosial yang begitu kuat. Bapak Hendi berharap bahwa perjuangan ini tak usai begitu saja, namun tetap tumbuh dalam pribadi tiap mahasiswa.

Alhasil, siang hari ini gedung Teknik Elektro dihiasi corak kebaya yang dipoles wajah elok para mahasiswi. Melalui kegiatan ‘berkain’ ini, kita kembali diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Perempuan adalah sosok yang memiliki kekuatan besar, bukan hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, hingga inovasi teknologi. Hari Kartini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan berhak bermimpi tinggi, berprestasi, dan mengambil peran di mana pun mereka berada.

Empat perempuan berbatik dan berkebaya berfoto bersama untuk Selamat Berjuang Para Kartini

Hal ini juga tercermin di lingkungan Program Studi Teknik Elektro, yang turut menghadirkan sosok-sosok perempuan inspiratif. Terdapat dosen perempuan yang mengampu mata kuliah fundamental seperti Kalkulus dan Algoritma Pemrograman. Dengan latar belakang akademik yang mumpuni, mereka menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam dunia teknik. Bahkan, kedua dosen perempuan di Teknik Elektro merupakan lulusan program Magister (S2). Mereka adalah Ibu Ir. Veronica Indrawati, M.T. beserta Rafina Destiarti Ainul, S.ST., M.T.

Selain itu, Teknik Elektro juga mempunyai dua laboran perempuan yang senantiasa mendukung kegiatan praktikum dengan penuh dedikasi. Meski pekerjaannya jarang dilirik, kedua laboran memiliki peranan yang sangat penting. Atas kehadirannya, laboratorium Teknik Elektro selalu terjaga baik kelengkapan, kebersihan maupun kenyamanan. Tak hanya itu, kedua laboran juga menjadi pengajar dalam praktikum beberapa mata kuliah. Mereka adalah Mbak Theresia Septiriana Ivanka, S.Tr. T dan Tri Esti Yustini, A. Md. T. Selain itu, Program Studi Teknik Elektro juga didukung oleh peran penting dari petugas administrasi, yaitu Ibu Lucia Diah Sawitri, S.Sos. Dalam kesehariannya, beliau berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, orang tua, dan dosen, serta memastikan berbagai informasi akademik dan kegiatan dapat tersampaikan dengan baik.

Empat orang berpakaian batik berfoto bersama pada peringatan Hari Kartini

Mengapa nama-nama tersebut disebutkan satu per satu? Karena setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti yang besar dalam membangun lingkungan akademik yang suportif. Terlebih lagi, kontribusi perempuan di bidang teknik sering kali luput dari perhatian. Melalui dedikasi, ketekunan, dan kepedulian yang mereka tunjukkan, para dosen, laboran dan petugas administrasi tidak hanya menjalankan tugasnya, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita memberikan apresiasi atas peran dan kontribusi yang telah mereka berikan.

Kehadiran perempuan sebagai tenaga pendidik dan petugas administratif Teknik Elektro Ubaya menunjukkan bahwa jurusan ini tidak dirancang untuk laki-laki saja. Siapa bilang perempuan tidak dapat masuk ke ranah teknik? Meski dahulu stereotip serupa sering muncul, kini anggapan tersebut sudah tak bermakna. Teknik Elektro bukan jurusan yang dibatasi gender, melainkan ruang belajar bagi siapa saja yang memiliki semangat, kemampuan, dan kemauan untuk berkembang.

Ilustrasi perempuan berprestasi dengan pesan Selamat Berjuang Para Kartini

Tak hanya itu, jumlah mahasiswi di Program Studi Teknik Elektro juga terus berkembang. Keberadaan mahasiswi tak hanya terbagi dalam satu peminatan saja, melainkan tersebar di seluruh peminatan Teknik Elektro. Terdapat tiga peminatan pada Teknik Elektro: Renewable Energy, Biomedical Engineering, dan Intelligent Robotics. Ketiganya diwarnai pula oleh peran perempuan.

Sebagai penutup, peringatan Hari Kartini tidak hanya sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengajak kita melihat kembali langkah yang sedang dijalani hari ini. Perempuan telah membuktikan kemampuannya di berbagai bidang, termasuk di dunia teknik yang dulu kerap dianggap terbatas. Namun, perjalanan menuju kesetaraan yang utuh masih terus berlangsung dan membutuhkan keberanian, ketekunan, serta konsistensi dari setiap individu.

Mahasiswa dan dosen berfoto bersama dalam kegiatan Teknik Elektro

Semoga semangat Kartini terus hidup dalam setiap langkah, dalam setiap proses belajar, dan dalam setiap mimpi yang diperjuangkan. Tidak ada batasan bagi siapa pun untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya.

Selamat Berjuang, Para Kartini!

Image source: gemini.ai

%d bloggers like this: