Teknik Elektro menghadirkan DDM sebagai ruang aspirasi bagi mahasiswa Teknik Elektro. Tak terasa, kegiatan pembelajaran telah memasuki pertengahan semester. Berbagai aktivitas dan dinamika perkuliahan telah dilalui. Bahkan, bagi satu angkatan, perjalanan ini hampir genap satu tahun sejak awal perkuliahan dimulai. Seiring berjalannya waktu, berbagai perubahan dan penyesuaian pun terjadi. Namun, Fakultas Teknik Elektro tetap konsisten dalam memberikan yang terbaik. Seluruh proses perkuliahan berlangsung secara kondusif dan suportif. Meski demikian, ruang untuk berkembang dan berbenah selalu terbuka. Sebab, ketika ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkannya, kan?
Berdasar pemikiran tersebut, kegiatan Dialog Dosen Mahasiswa (DDM) hadir sebagai ruang untuk berpendapat dan memberikan aspirasi. Acara ini dilakukan setiap tahunnya oleh Prodi Teknik Elektro Ubaya. Meski hadir dengan konsep acara sederhana yang tak pernah berubah, DDM tetap memiliki urgensi untuk selalu hadir di tengah hiruk pikuk kegiatan perkuliahan. Dengan hadirnya angkatan yang baru setiap tahunnya, selalu ada pemikiran-pemikiran maupun aspirasi yang baru bagi Prodi. Justru, adanya kegiatan ini membuat Fakultas Teknik Elektro dapat menonjolkan dirinya dan menjadi lebih maju dibandingkan fakultas-fakultas lainnya.

Menurut kebanyakan mahasiswa, kegiatan ini bermanfaat dan menyenangkan. “Selain untuk memberikan aspirasi, kegiatan ini dapat dimanfaatkan supaya mahasiswa saling sharing dan bisa semakin mengenal angkatan yang berbeda,” ungkap salah satu mahasiswa.
Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, kegiatan DDM pun dilaksanakan kembali. Acara ini diadakan pada Selasa (21/04/2026) bertempat di bangunan kantin Keluwih lantai dua. Masih dengan konsep acara yang menyerempet dengan tahun lalu, DDM 2026 kini diketuai oleh Farrel Ardiansyah, mahasiswa angkatan 2024. Persiapan kegiatan dimulai pada siang hari dengan menata susunan kursi hingga menyiapkan banner. Tempat duduk disusun membentuk setengah lingkaran terbuka agar suasana terasa lebih akrab dan interaktif. Kursi khusus untuk jajaran dosen serta kaprodi pun telah disiapkan. Jajaran dosen serta Kaprodi ditempatkan di sisi kanan baris terdepan, sehingga seluruh aspirasi mahasiswa dapat didengarkan dengan baik.
Pukul 17.45 WIB, lantai dua Kantin Keluwih mulai diramaikan oleh mahasiswa yang datang satu per satu. Tidak hanya dari satu angkatan, tetapi dari berbagai angkatan yang turut hadir. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa rangkaian kegiatan akademik hari itu, mulai dari kelas mata kuliah hingga responsi, telah usai. Kini, tiba saatnya mereka menyampaikan pendapat serta masukan.
Tepat pukul 18.00 WIB, acara dibuka oleh dua pembawa acara, Nathania Naya Irwangsa dan Joyce Aurora Pitaloka, mahasiswa angkatan 2025. Keduanya tampil anggun mengenakan kebaya, selaras dengan pelaksanaan acara hari ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Sejumlah dosen juga telah hadir, di antaranya Bapak Hendi Wicaksono Agung, Ph.D., Prof. Elieser Tarigan, S.Si., M.Eng., bersama jajaran dosen lainnya yang turut meramaikan kegiatan malam itu. Setelah pembukaan, sambutan disampaikan oleh ketua pelaksana, Farrel Ardiansyah, sebelum acara memasuki inti kegiatan, yaitu dialog antara dosen dan mahasiswa.

Agar jalannya diskusi berlangsung tertib dan terarah, Mbak Theresia Septiriana S.Tr. T selaku laboran Teknik Elektro hadir sebagai moderator. Setelah pengantar singkat, mahasiswa dipersilahkan menyampaikan pertanyaan, keluh kesah, maupun saran secara anonim melalui platform Mentimeter.
Tak terasa, waktu makan malam sudah tiba. Maka, sembari menunggu pertanyaan terkumpul, seluruh peserta dipersilahkan menikmati waktu makan malam bersama. Panitia divisi konsumsi sigap membagikan hidangan yang telah disiapkan. Berbagai menu tersedia, mulai dari bakso, tahu bakso, lontong, martabak, pisang karamel, berbagai gorengan, buah, hingga es teh. Suasana hangat pun tercipta kembali ketika mahasiswa dan dosen berbincang santai sambil menikmati hidangan.

Momen ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa lintas angkatan untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. Mahasiswa senior memberikan masukan kepada adik tingkat mengenai perkuliahan maupun organisasi, sementara mahasiswa angkatan baru pun antusias mendengarkan. Hal sederhana seperti ini sering kali justru paling berkesan, karena kampus bukan hanya soal nilai dan tugas perkuliahan.

Setelah sesi makan malam usai, kegiatan kembali difokuskan pada dialog dosen dan mahasiswa. Moderator mulai membacakan pertanyaan yang masuk satu per satu. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari pencairan gaji Student Employee (SE), usulan peningkatan insentif asisten dosen, tempo penyampaian materi di kelas, hingga beban laporan praktikum. Fun fact, program SE menjadi salah satu nilai tambah di Teknik Elektro, karena mahasiswa berkesempatan membantu berbagai kebutuhan Prodi sambil memperoleh pengalaman kerja serta pendapatan tambahan. Setiap masukan ditanggapi secara bergantian oleh para dosen dengan terbuka dan penuh perhatian, sehingga forum ini benar-benar menjadi wadah komunikasi dua arah yang bermanfaat bagi seluruh pihak.

Akhirnya, rangkaian acara hari itu pun selesai. Satu persatu jajaran pendidik mulai keluar diikuti oleh para mahasiswa. Dengan adanya DDM sebagai ruang aspirasi, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan jajaran dosen dapat terus terjalin dengan baik melalui komunikasi yang terbuka dan saling mendukung. Dapat diyakini bahwa Teknik Elektro akan terus berkembang dan melangkah maju seiring waktu. Teknik Elektro bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk bertumbuh dan berkarya. Hal ini sejalan dengan jingle Teus kebanggaannya, “Cemerlang dalam terang, bersatu dan berkarya takkan surut pandanganku.” Oleh karena itu, tidak ada kata ragu untuk bergabung dengan keluarga besar Teknik Elektro.