Satu Hari Satu Cerita teusian 27/07/2026

Satu Hari Satu Cerita

Ada pepatah berkata, “belajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja.” Tanpa disadari, manusia memang selalu belajar hal baru setiap harinya. Otak terus menyerap informasi dan membentuk koneksi baru dari interaksi sehari-hari, pengalaman, hingga saat tidur ketika mengonsolidasikan ingatan. Melansir dari codegym.cc, proses ini dikenal sebagai lifelong learning. Tak jauh dari fakta tersebut, Teknik Elektro juga menerapkan semangat belajar tanpa henti melalui berbagai kegiatannya. Jadi, kalau ada yang bilang belajar cuma terjadi di ruang kelas, sepertinya mereka belum kenal ODIOC. Apa itu? Yuk, kita mulai satu hari satu cerita bersama Teusian!

ODI-what? ODIOC merupakan singkatan dari “One Day Industrial Outing Class”, kegiatan mahasiswa Teknik Elektro yang diketuai oleh Caren Chelsea Teusian angkatan 2025. Jangan tertukar dengan karakter Star Wars yang namanya Odi-WAN itu ya… eh, maksudnya Obi-Wan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (03/07/2026) ini mengajak peserta mengunjungi Pos Indonesia dan PT Amerta Indah Otsuka. Setelah berkumpul di Perpustakaan UBAYA pada pukul 07.00 WIB dan melakukan presensi, peserta berangkat bersama menggunakan bus kampus menuju destinasi pertama.

Satu Hari Satu Cerita: peserta ODIOC berfoto bersama di depan spanduk One Day Industrial Outing Class 2026

Satu Hari Satu Cerita Dimulai di Pos Indonesia

Tak membutuhkan waktu lama, sampailah Teusian di Kantor Pos Indonesia. Peserta langsung diajak melihat proses penyortiran paket yang setiap harinya menangani kiriman dari berbagai daerah. Suasana gudang pun terasa hidup dengan tumpukan paket berbagai ukuran yang terus berdatangan. Celetukan mahasiswa segera terdengar. “Eh, eh paketku ini. Ambil duluan ya, Mas,” ujar salah satu peserta sambil bercanda dengan pekerja Pos Indonesia. Di sisi belakang kantor, terdapat satu kejutan kecil: seekor ular yang ternyata dipelihara oleh pihak kantor. “Ini dulunya ikut terbawa paket, lalu lepas. Akhirnya dipelihara di sini,” jelas salah seorang pekerja. Tentu saja, rasa penasaran mahasiswa langsung muncul. Ada yang sibuk memotret, ada juga yang ingin memberanikan diri memegangnya.

Satu Hari Satu Cerita: peserta ODIOC mengamati area layanan Pos Indonesia saat kunjungan industri

Kejutan berikutnya datang dari sebuah robot penyortir paket bernama Libiao. Berbentuk pipih dengan roda di bagian bawah, robot ini menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian peserta. Kami bahkan berkesempatan mencoba langsung cara kerjanya. Setelah QR code pada paket dipindai, sistem akan mengenali tujuan pengiriman, kemudian robot secara otomatis mengantarkan paket ke titik penyortiran yang sesuai. Agar dapat bergerak dengan akurat, Libiao memanfaatkan teknologi RFID dan LiDAR sehingga mampu beroperasi secara otomatis tanpa saling bertabrakan.

Peserta ODIOC mengamati tumpukan paket di area penyortiran Pos Indonesia

Setelah sesi praktik, peserta mengikuti pemaparan singkat mengenai Pos Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Kantor Pos Indonesia setempat. Dalam materinya dijelaskan bahwa Pos Indonesia telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan hingga kini terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satu buktinya adalah penerapan robot Libiao untuk membantu proses penyortiran paket. Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran robot bukan untuk menggantikan tenaga kerja, melainkan membantu operasional agar semakin efektif, terutama sejak masa pandemi COVID-19. Setelah sesi materi selesai, kegiatan di Pos Indonesia ditutup dengan foto bersama sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.

Perjalanan pun berlanjut menuju destinasi kedua, yaitu PT Amerta Indah Otsuka yang berlokasi di Pasuruan. Baru tiba di gerbang, kami sudah “dicegat” oleh petugas keamanan untuk mendapatkan pengarahan mengenai peraturan selama berada di area pabrik. Mulai dari wajib menyeberang di zebra cross hingga berbagai aturan keselamatan lainnya, semuanya diterapkan dengan disiplin. Dari sini kami belajar bahwa budaya kerja yang baik ternyata dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Salut, ya! Sebelum memasuki area produksi, setiap peserta juga diberikan pin Pocari Sweat untuk dipasang di dada.

Kunjungan diawali di pabrik Soyjoy. Sebelum melihat proses produksinya, kami diajak memasuki ruang interaktif yang berisi video animasi mengenai manfaat kedelai bagi tubuh, lengkap dengan photobooth dan permainan touchscreen. Setelah itu, kami menyaksikan langsung proses pembuatan Soyjoy, mulai dari pengolahan bahan, pemanggangan, pemeriksaan kualitas, hingga pengemasan secara higienis. Menariknya, produk didinginkan menggunakan Yoyo Conveyor sebelum dikemas agar kualitasnya tetap terjaga.

Selanjutnya, kami berpindah ke pabrik Pocari Sweat. Di tengah teriknya cuaca hari itu, setiap peserta disuguhi sekaleng Pocari Sweat dingin yang benar-benar menjadi penyelamat dahaga. Kami kemudian diajak melihat langsung proses produksinya, mulai dari pembuatan botol plastik, pencampuran air murni dengan berbagai elektrolit, proses pasteurisasi, hingga pengemasan otomatis menggunakan teknologi modern. Bahkan, kami juga diperlihatkan robot palletizing yang menyusun kardus-kardus produk secara otomatis. Ini nih yang menjadi “tujuan utama” para Teusian: melihat robot-robot industri. Setelah sehari-hari melihat robot palletizing sederhana di Laboratorium Teknik Elektro, akhirnya kami bisa melihat langsung bagaimana “kakaknya” bekerja di dunia industri.

Tiga mahasiswa Teknik Elektro berfoto dengan papan bergambar botol Pocari Sweat di PT Amerta Indah Otsuka

Kegiatan di PT Amerta Indah Otsuka kemudian ditutup dengan sesi pemaparan materi di auditorium. Kami mengetahui bahwa Otsuka pada awalnya merupakan perusahaan yang memproduksi cairan infus sebelum akhirnya mengembangkan berbagai produk kesehatan, termasuk Pocari Sweat yang memiliki kandungan elektrolit untuk membantu menggantikan cairan tubuh. Filosofi tersebut sejalan dengan slogan “People creating new products for better health worldwide” yang menjadi semangat perusahaan dalam menghadirkan inovasi di bidang kesehatan. Sebelum pulang, setiap peserta juga membawa bingkisan berisi berbagai produk Otsuka sebagai buah tangan.

Satu Hari Satu Cerita: seluruh peserta ODIOC berfoto bersama di depan gedung Pocari Sweat

Menjelang sore, bus pun kembali mengantarkan kami ke Universitas Surabaya, tempat perjalanan ini dimulai. Satu hari satu cerita ini memang telah usai, tetapi pengalaman dan wawasan yang kami peroleh akan menjadi bekal berharga untuk melangkah ke dunia industri di masa depan. Dari melihat robot menyortir paket di Pos Indonesia hingga menyaksikan proses produksi berteknologi tinggi di PT Amerta Indah Otsuka, ODIOC membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Penasaran bagaimana rasanya belajar langsung dari dunia industri seperti ini? Yuk, ikuti keseruan ODIOC berikutnya dan temukan cerita serta pengalaman baru bersama Teknik Elektro UBAYA!

%d bloggers like this: