Seiringnya waktu, orang berumur lebih dari 60 tahun atau biasa disebut juga lanjut usia (lansia) semakin lama jumlah populasi akan semakin banyak. Keselamatan lansia juga menjadi hal penting agar mereka dapat hidup mandiri dan terhindar dari resiko jatuh. Jatuh merupakan salah satu penyebab utama yang dapat mengganggu kualitas hidup dan meningkatkan resiko kesehatan pada lansia. Hal ini disebabkan karena tubuh yang kurang mampu menyeimbangi perubahan posisi atau kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Faktor penyebab seperti itu adalah lemahnya otot-otot pada lansia, memiliki mata yang kurang jelas sehingga susah untuk melihat, dan penurunan refleks pada tubuh sendiri. Selain itu, faktor lingkungan juga menyebabkan lansia jatuh, seperti lantai licin, minimnya pencahayaan, dan masih banyak lagi. Dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh lansia itu sendiri. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi untuk memantau, mendeteksi, dan mencegah peristiwa terjadinya yang tidak diinginkan seperti Teknologi Pemantau Jatuh Lansia dan robot menjadi hal yang penting di kehidupan sekarang. Dengan demikian, lansia dapat hidup dengan mandiri dan aman dalam beraktivitas sehari-hari.

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya (UBAYA) turut berperan dalam pengembangan solusi teknologi untuk mendukung keselamatan lansia. Desain pada pengembangan teknologi ini akan dirancang menjadi sebuah smartwatch agar mudah dipakai dan nyaman digunakan oleh lansia dalam aktivitas sehari-hari. Melalui berbagai proyek penelitian dan inovasi sebelumnya, kini mahasiswa teknik elektro merancang beberapa sensor-sensor komponen yang dapat mendeteksi secara langsung apabila terjadi jatuh secara tiba-tiba. Komponen tersebut memanfaatkan sensor getaran yang bekerja untuk menangkap benturan atau goncangan yang menandakan kemungkinan jatuh.

Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah data tersebut masih belum pasti apakah lansia benar-benar jatuh atau tidak dengan hanya mengandalkan satu alat saja. Karena ada penyebab lainnya, seperti tangan tidak sengaja tertabrak oleh benda lainnya, sehingga terjadinya salah persepsi. Hal ini diperlukan satu alat lagi yang dapat membantu untuk menggabungkan informasi dari sensor yang lebih jelas. Salah satu komponen tersebut dapat memanfaatkan data arah dari gyroscope dan pengukuran percepatan dari accelerometer. Apabila arah dari gyroscope dan pengukuran percepatan pada accelerometer yang berubah secara tiba-tiba, maka dapat dipastikan lansia tersebut jatuh. Dengan demikian, sensor tersebut akan lebih jelas informasinya dan memperkuat akurasi atau presisi untuk mendeteksi jatuhnya lansia. Data dari beberapa sensor akan diproses oleh mikrokontroler sendiri, sehingga sistem dapat membedakan mana yang jatuh sebenarnya atau hanya aktivitas biasa bahkan hanya benturan ringan saja.

Selain dapat mendeteksi jatuh, alat ini juga dapat mendeteksi posisi jatuhnya lansia. Komponen tersebut menggunakan Global Positioning System (GPS) yang akan mengirimkan koordinat lokasi secara real-time kepada keluarga. Ketika lansia jatuh, keluarga akan segera mengetahui posisi lansia dan bisa berpindah dengan cepat juga. Tidak hanya itu, alat ini juga dapat memantau lansia jika ingin bepergian. Dengan kemampuan ini, lansia dapat hidup mandiri tanpa adanya rasa kekhawatiran oleh keluarga itu sendiri. Karena anggota keluarga dari lansia sendiri dapat memantau secara real-time, sehingga keselamatan tetap terjaga tanpa harus mendampingi secara fisik.

Menariknya lagi, alat ini juga dapat berkomunikasi langsung dengan orang-orang terdekat, seperti teman, tetangga, serta keluarga sendiri. Tujuan dengan menambahkan fitur alat komunikasi adalah memudahkan keluarga untuk menanyakan kabar kepada lansia apabila lansia jatuh. Ketika sistem menerima sebuah data yang menyatakan lansia tersebut jatuh, maka sistem tersebut akan segera memberitahu kepada keluarga sendiri melalui notifikasi dengan memberitahukan ‘TERDETEKSI JATUH! SEGERA HUBUNGI’ kepada keluarga. Selain itu, lansia tidak perlu repot mengangkat telepon, karena alat ini dirancang untuk secara otomatis tersambung dengan keluarga yang bersangkutan.

Selain sensor-sensor tersebut, di dalam sistem ini juga menambahkan fitur untuk mendeteksi denyut jantung atau SpO2 dan suhu tubuh pada lansia. Hal ini berfungsi untuk menghindari kejadian kesehatan yang mendadak, seperti detak jantung tidak normal, penurunan kadar oksigen dalam darah, atau demam tinggi yang dapat membahayakan lansia bahkan bisa memicu kematian. Dengan adanya fitur pemantauan kondisi vital, keluarga dapat segera mengambil tindakan pencegahan dan melakukan pertolongan langsung, sehingga lansia dapat terselamatkan dan terjaga optimal.
Teknologi Pemantau Jatuh Lansia tidak hanya membantu mencegah terjadinya risiko jatuh, tetapi juga memungkinkan lansia tetap hidup mandiri dan selamat. Dengan dukungan teknologi, keselamatan dan kesejahteraan lansia dapat lebih terjamin, sekaligus mempererat rasa percaya diri mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini diambil dari beberapa teori yang telah diajarkan oleh dosen, terutama di peminatan Biomedical Engineering (BE). Selain itu juga, di Teknik Elektro UBAYA memiliki dua peminatan lagi, yaitu Intelligent Robotics (RI) dan Renewable Energy (RE). Dengan adanya inovasi-inovasi ini, diharapkan mahasiswa dapat terus mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Apakah Anda tertarik dengan pembelajaran di Teknik Elektro UBAYA? Yuk segera daftarkan diri Anda di website UBAYA! Sayangi keluarga Anda, jaga keselamatan mereka setiap saat.
Sampai jumpa di Teknik Elektro UBAYA!