Tak terasa, Fakultas Teknik Universitas Surabaya genap berusia 40 tahun, dan Elektro Ramaikan Lustrum Teknik menjadi bagian dari perayaannya. Empat dekade perjalanan ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia, tetapi juga bukti bahwa Fakultas Teknik terus bertumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Mengusung tema “Leading the Future: 40 Years of Engineering Innovation“, Fakultas Teknik menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Pakuwon Trade Center (PTC) mulai Selasa (14/07/2026) hingga Minggu (19/07/2026). Sesuai dengan namanya, Lustrum merupakan perayaan yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Pameran Inovasi Teknik Elektro
Pameran diramaikan oleh enam jurusan di Fakultas Teknik, yaitu Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Mesin dan Manufaktur, serta Sistem Informasi. Sejalan dengan tema besar acara, setiap jurusan menampilkan berbagai inovasi hasil karya dosen maupun mahasiswa. Dalam pameran tersebut, Teknik Elektro menghadirkan beragam inovasi, mulai dari robot catur berbasis Artificial Intelligence (AI), sistem self-parking, miniatur pembangkit listrik, hingga berbagai alat praktikum yang digunakan mahasiswa selama perkuliahan.
Salah satu inovasi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah TEUSCHIS (Teknik Elektro Ubaya Smart Chess Intelligent System), robot catur berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu bermain melawan manusia. Dengan bantuan robot arm UR3, robot ini dapat mengenali posisi bidak, menentukan langkah terbaik melalui AI chess engine yang telah dilatih menggunakan machine learning, lalu memindahkan bidak secara otomatis. “Sejauh ini, belum ada yang berhasil mengalahkan robot catur ini,” ujar Agung, lulusan Teknik Elektro tahun 2026, pengembang TEUSCHIS.
Inovasi lain yang turut dipamerkan adalah Smart-Parking Vehicle, miniatur mobil berskala 1:5 karya Alim Nova Dianto. Sama seperti Agung, beliau merupakan lulusan Teknik Elektro tahun 2026. Berbasis teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging), kendaraan ini mampu mendeteksi ruang parkir dan melakukan manuver parkir secara otomatis menggunakan konsep Autonomous Parking Assist (APA), sehingga dapat membantu pengemudi memarkir kendaraan dengan lebih mudah.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat miniatur pembangkit listrik hasil karya David Nathanael Asa, mahasiswa angkatan 2024, serta berbagai peralatan praktikum, seperti tensimeter digital yang digunakan dalam pembelajaran Biomedical Engineering. Melalui berbagai karya dan fasilitas tersebut, Teknik Elektro Ubaya menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran yang didukung inovasi, praktik langsung, dan fasilitas laboratorium yang lengkap. Eitss, yang mampir bisa mendapatkan gantungan kunci hasil karya 3D-print kami loh!

Elektro Ramaikan Lustrum Teknik lewat Turnamen Mobile Legends
Kemeriahan Lustrum Fakultas Teknik tidak berhenti di area pameran. Teknik Elektro turut menghadirkan turnamen Mobile Legends: Bang Bang yang bertajuk Current of Championship sebagai salah satu acara puncak. Melalui kompetisi e-sports ini, Teknik Elektro ingin menghadirkan pengalaman baru sekaligus menunjukkan semangat Fakultas Teknik yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pendaftaran dibuka pada 22 Juni hingga 10 Juli 2026 dan berhasil menarik peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa SMA, mahasiswa lintas fakultas, masyarakat umum, hingga beberapa staf Ubaya. Karena keterbatasan kapasitas tempat, panitia akhirnya menetapkan 16 tim untuk bertanding di babak utama.
Seluruh pertandingan dilaksanakan pada Kamis (16/07/2026) mulai pukul 10.00 WIB. Babak penyisihan menggunakan format Best of One (BO1) sehingga setiap pertandingan berlangsung cepat dan penuh ketegangan. Satu kekalahan berarti perjalanan sebuah tim harus berakhir. Memasuki babak perempat final hingga grand final, format pertandingan berubah menjadi Best of Three (BO3). Dengan sistem ini, setiap tim memiliki kesempatan untuk menyusun strategi, beradaptasi, hingga melakukan comeback, sehingga pertandingan menjadi semakin sengit dan menarik untuk disaksikan.

Agar suasana pertandingan semakin hidup, Ivana Dara dan Samuel Adityaputra dipercaya sebagai master of ceremony yang memandu jalannya acara sejak awal. Memasuki babak perempat final hingga grand final, pertandingan juga ditayangkan melalui layar lebar sehingga penonton dapat mengikuti jalannya permainan secara langsung sekaligus menyaksikan strategi yang diterapkan oleh setiap tim. Keseruan pertandingan semakin lengkap berkat kehadiran para caster, yaitu Farrel Ardiansyah, Steven Cakra Nugraha, Yohanes Candra, dan Financo Ferdinand Chandra. Analisis permainan serta komentar yang mereka bawakan berhasil menghadirkan suasana layaknya turnamen e-sports profesional.

Setelah melalui serangkaian pertandingan yang berlangsung sejak pagi, Neo Revolution akhirnya berhasil keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih oleh 5 Stek, sedangkan IYD NEXUS berhasil mengamankan Juara III. Menariknya, anggota tim Neo Revolution merupakan siswa-siswa kelas X SMA. Demi mengikuti turnamen ini, mereka bahkan meminta izin dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan datang masih mengenakan seragam sekolah. Perjuangan mereka pun terbayar manis dengan membawa pulang gelar juara sekaligus hadiah uang tunai. Melihat hal tersebut, panitia pun sempat berceletuk, “Wah, ternyata izin MPLS hari ini tidak sia-sia, ya!” Kalimat sederhana itu langsung mengundang tawa para peserta dan penonton yang hadir.

Rangkaian turnamen Current of Championship resmi berakhir pada pukul 21.00 WIB. Meski demikian, kemeriahan Lustrum Fakultas Teknik belum usai. Pameran inovasi masih terus berlangsung hingga Minggu (19/07/2026) dan tetap terbuka bagi seluruh pengunjung yang ingin melihat lebih dekat berbagai karya dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya.
Empat puluh tahun perjalanan bukan sekadar tentang bertambahnya usia. Melalui inovasi yang dipamerkan serta kompetisi yang berhasil mempertemukan berbagai kalangan, Elektro Ramaikan Lustrum Teknik sekaligus menunjukkan semangat Fakultas Teknik Universitas Surabaya untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Jadi, bagi yang belum sempat berkunjung, jangan khawatir. Lima tahun lagi kita bisa kembali bertemu dan merayakan Lustrum berikutnya bersama angkatan-angkatan yang baru. Sampai jumpa!