Biomed UBAYA BENMAX Juara teusian 10/10/2025

Biomed UBAYA BENMAX Juara

Yeay… Biomed UBAYA BENMAX Juara. Kejuaraan ini merupakan momen yang sangat penting, dimana mahasiswa Biomedical Engineering (BE) Teknik Elektro Universitas Surabaya (UBAYA) berhasil meraih juara 2 di kompetisi Biomedical Engineering Smart Exhibition (BENMAX). Pencapaian ini tidak hanya hasil dari ketekunan mereka dalam riset dan inovasi dalam pembuatan teknologi alat medis, tetapi juga mewujudkan kolaborasi solid antaranggota tim yang memiliki keahlian bidang masing-masing. Selain itu juga, mereka tidak hanya menunjukkan kecanggihan alat yang telah dikembangkan oleh mereka, tetapi menunjukkan semangat yang pantang menyerah untuk menghadapi suatu permasalahan dalam menghadapi teknis dan waktu yang ketat. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Elektro UBAYA memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi mengembangkan alat teknologi kesehatan di masa depan.

Biomed UBAYA BENMAX Juara

Zizi, sebagai ketua tim, bersama dua rekannya Maya dan Felicia, membuat alat GERDmetric, berfungsi untuk mendeteksi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang terintegrasi dengan berbasis Internet of Things (IoT) dan memiliki aplikasi yang mudah diakses oleh orang lain. Sementara itu, mereka dibantu oleh dosen pembimbing mereka, Bapak Hendi Wicaksono Agung, Ph.D., yang memberikan arahan mereka untuk proses perancangan hingga pengujian pada alat. Berkat dukungan dari beliau, tim mampu menyempurnakan konsep GERDmetric agar lebih akurat, presisi, dan berguna bagi masyarakat di masa depan. Alat ini memiliki dua sensor, yaitu sensor gas dan sensor pH sehingga dapat mendeteksi apakah pasien atau orang lain mengalami GERD atau tidak. Sensor gas ini bekerja ketika ada tiupan dari pasien mendekati dengan sensornya sendiri dan hasilnya akan tertampil di layar atau di HP pengguna. Selain itu, cara kerja sensor pH adalah pasien mengeluarkan setetes air liur dan di taruh di suatu wadah, lalu sensor pH akan mengetes air liur pasien apakah baik atau tidak. Tidak hanya itu juga, alat tersebut juga terdapat tombol darurat (emergency button) ketika pasien tersebut terjadi apa-apa yang tidak diinginkan, sehingga memberikan lapisan keamanan tambahan bagi pengguna.

Biomed UBAYA BENMAX Juara

Menariknya, GERDmetric juga memiliki memiliki kisah menarik di balik pembuatannya. Awal mulanya, di mata kuliah Desain Produk Elektronika (DPE) mahasiswa Teknik Elektro UBAYA diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat mengatasi sebuah permasalahan yang ada di masyarakat dan hasil karya mereka akan dipamerkan melalui acara TEUS Day 2025. Awal mulanya, Zizi dan Maya masih memikirkan ide yang relevan dan berdampak nyata, namun belum menemukan arah yang jelas. Akan tetapi, Maya mendapatkan kabar bahwa salah satu temannya harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit GERD yang dideritanya. Kejadian itu menjadi penentuan awal mulanya alat GERDmetric tercipta. Maya sendiri menjadi prihatin melihat temannya yang harus dibawa ke rumah sakit akibat penyakit GERD. Dari peristiwa itu, muncul dorongan yang kuat untuk membuat alat yang dapat membantu penderita GERD memantau kondisi tubuh secara lebih mudah dan akurat. Sayangnya, di acara TEUS Day 2025 mereka gagal untuk meraih Karya Terfavorit dan Karya Terbaik. Namun, mereka tidak menjadikan hal itu sebagai akhir dari perjuangan. Melainkan kegagalan tersebut menjadi motivasi mereka untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan alat GERDmetric. Setelah itu, Felicia ikut serta membuat sebuah alat GERDmetric. Pada akhirnya, mereka berhasil meraih Juara 2 dan juga Juara Favorit di lomba BENMAX 2025, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa usaha mereka tidaklah sia-sia. Perjalanan yang panjang dimulai dari pencarian ide, proses pengembangan, hingga perbaikan berulang kali akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

Biomed UBAYA BENMAX Juara

Hebatnya, mereka berpresentasi dengan sangat lancar dan meyakinkan di depan para juri. Zizi memberikan tips and trick untuk lebih berani untuk berbicara kepada mahasiswa lain agar lebih berani berbicara di depan umum. “Banyak latihan berbicara ketika menjelaskan di kelas maupun dosen pembimbing. Sebab banyak sekali orang-orang yang menyepelekan jika ada tugas presentasi di kelas…” kata Zizi. Menurutnya, latihan berbicara tidak selalu dilakukan di panggung besar, melainkan dapat menjelaskan di depan cermin yang bisa menjadi latihan lebih efektif.

Zizi, Maya, dan Felicia menyampaikan bahwa untuk menjadi juara 2 bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan atau hambatan. Seperti contoh, GERDmetric tersebut tiba-tiba error ketika ingin alat ingin dijalankan. Akan tetapi, mereka tetap mengerjakan dengan tenang dan berusaha mencari sumber masalah dengan teliti. Dengan kerja sama yang baik dan komunikasi yang solid, mereka berhasil memperbaiki alat tersebut sebelum memulai presentasi. Mahasiswa Teknik Elektro UBAYA dapat berkesempatan untuk mengikuti lomba dan kompetisi di bidang teknologi, inovasi, dan penelitian. Selain itu juga, mengikuti kegiatan kompetisi juga menjadi wadah untuk kedepannya agar mahasiswa dapat meningkatkan critical thinking atau ide cemerlang untuk masyarakat. Di Teknik Elektro UBAYA memiliki tiga peminatan, seperti Intelligent Robotics (IR), Biomedical Engineering (BE), dan Renewable Energy (RE). Dengan ini mereka juga mendapatkan dukungan dosen pembimbing dan fasilitas kampus sehingga mereka dapat menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi tunggu apa lagi? Apakah kamu tertarik untuk menjadi pemenang seperti Zizi, Maya, dan Felicia? Seperti Biomed UBAYA BENMAX Juara. Yuk, buruan gabung dengan kami di Teknik Elektro UBAYA!

Sampai jumpa di Teknik Elektro UBAYA!

%d bloggers like this: