Mobile Apps Design Challenge

Mobile Apps Design Challenge

Apa sih itu Mobile Applications Design? Bagi beberapa orang, mungkin sudah pernah atau bahkan paham mengenai hal ini. Mobile Applications Design atau yang bisa disingkat MAD, adalah sebuah proses merancang sebuah mobile apps yang bertujuan untuk menghasilkan desain menarik tapi juga fungsional. MAD berfokus pada user interface (UI) dan user experience (UX) dari mobile apps yang akan dibuat. Misalnya, penerapan warna-warna yang sesuai dengan konteks, meletakkan elemen-elemen penting seperti button dan icon pada posisi yang tepat, serta membuat desain secara konsisten pada setiap elemen yang digunakan, dan tentunya memastikan aplikasi dapat berjalan secara optimal. Lalu apakah Mobile Apps Design Challenge itu?

Dan pada beberapa waktu lalu, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya (Ubaya) tengah menjalani Mata Kuliah Mobile Applications Design yang diajarkan oleh Ibu Rafina Destiarti Ainul S.ST., M.T.. Pada MK MAD ini, menggunakan 2 buah metode pembuatan aplikasi mobile. Pada awal kuliah, mahasiswa diberikan pengenalan mengenai pembuatan aplikasi menggunakan sebuah software yaitu Android Studio. Dan pada pertengahan kuliah, yaitu periode setelah UTS, mahasiswa dibekali pembuatan aplikasi berbasis web dengan MIT App Inventor.

Mobile Apps Design Challenge

Setelah semua pembelajaran mengenai pembuatan aplikasi ini sudah dapat dipahami, Ibu Rafina memberikan sebuah tugas yaitu membuat sebuah aplikasi yang interaktif dan fungsional bagi masyarakat umum. Dan hal ini dibawakan pada penutupan Lustrum Fakultas Teknik Universitas Surabaya, sehingga masyarakat bisa mencoba experience dari berbagai mahasiswa yang mengikuti MK ini. Beberapa contoh aplikasi yang dipamerkan seperti CAROBEAU, Kitty the Caretaker, Home Control Application, MITravel, GYM, Filter Combiner, dan masih banyak lagi aplikasi yang dipamerkan.

Mobile Apps Design Challenge

Untuk lebih jelasnya yaitu CAROBEAU adalah sebuah aplikasi mobile yang dapat menggerakkan sebuah RC, menggunakan sebuah koneksi Bluetooth. Pada aplikasi ini, selain menggunakan tombol sebagai kendali arah, terdapat fitur gyro yang dapat menambah experience pengguna dalam mengontrol RC. Sedangkan Kitty the Caretaker adalah sebuah aplikasi interaktif bagi anak – anak untuk bermain dan menghabiskan waktunya, baik dengan saling berinteraksi dengan AI, atau bahkan bernyanyi bersama. Selain itu, aplikasi ini juga dapat membantu mengecek suhu dan asap di lingkungan sekitar. Lalu untuk Home Control Application sendiri sesuai dengan namanya yaitu sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengontrol listrik di rumah layaknya saklar, namun menggunakan gawai dengan koneksi Bluetooth. Contoh penggunaannya dapat dipakai sebagai ON/OFF sebuah kipas maupun lampu di rumah. Hal yang membuat beda dengan aplikasi sejenisnya ialah sebuah fitur menggunakan voice command agar dapat mengontrol tampa menyentuh gawai sekalipun. Jadi sudah paham khan ya mengenai apa Mobile Apps Design Challenge itu?

Dan pada pameran kemarin, masyarakat umum maupun anak – anak banyak yang tertarik dan juga terlihat antusias mencoba aplikasi – aplikasi yang telah dibuat ini. Apakah kalian tertarik untuk membuat aplikasi – aplikasi yang interaktif dan fungsional ini? Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan pencapaian cita2 kamu. Yuk kita belajar bersama untuk mencapai cita2 yang diinginkan. Kunjungi website kami di te.ubaya.ac.id. Atau DM di Instagram teknikelektroubaya.

×