Kuliah Tamu:  DIGITAL FORENSIC

"EXPLORE KASUS SIANIDA"

kuliah-tamu-digital-forensik-explore-kasus-sianida-christopher

 

            Senin, 21 November 2016 bertempat di gedung SGFP (Serba Guna Fakultas Psikologi) Kampus II Universitas Surabaya Tenggilis telah diadakan kuliah tamu teknik elektro - teknik informatika Universitas Surabaya tentang Digital Forensik. Digital Forensik merupakan suatu ilmu pengetahuan dan keahlian untuk mengidentifikasi, mgoleksi, menganalisa dan menguji bukti-bukti digital pada saat menangani sebuah kasus yang memerlukan penanganan dan identifikasi barang bukti digital.

kuliah-tamu-digital-forensik-explore-kasus-sianida-christopher

            Pembicara dalam kuliah tamu Digital Forensic kali ini yaitu Bapak Christopher Hariman Rianto yang saat ini bekerja sebagai General Manager di PT. Sistemindo Teknotama Mandiri. Bapak Christopher adalah BDO Indonesia Digital Integrity Consulting Partner.Dia adalah anggota dari Teknologi Informasi Federasi Indonesia, anggota dari Asian-Oceanian Computing Industry Organization, dan juga anggota dari Indonesia Digital Forensic Community. Selain itu, Bapak Christoper Rianto juga merupakan saksi ahli digital forensik dalam kasus kopi bersianida antara Jessica dan Mirna, sehingga topic yang dibahas pada kuliah tamu Digital Forensic yaitu tentang “Explore kasus Sianida”.

            Digital forensik terbagi menjadi beberapa sub-cabang seperti computer forensic, mobile forensic, wireless forensic, database forensic dll. Barang bukti elektronik merupakan barang bukti fisik dan visual yang bisa dilakukan proses forensik ketika ditemukan di tempat kejadian perkara. Contohnya bukti elektronik seperti komputer, laptop, flashdisk, hardisk, cctv, chip, CD atau DVD dll. Selain itu ada barang bukti digital, barang bukti digital merupakan recover dari barang bukti elektronik. Contoh barang bukti digital seperti encrypted file, steganography file, delected file, lost file, logical file, dll. Digital forensik bertujuan untuk mengamankan bukti digital yang disimpan. Dengan adanya bukti-bukti digital maka suatu kasus dapat terungkap kebenarannya, seperti kasus kopi bersianida yang bukti utamanya adalah camera cctv.

            Setelah mengikuti Kuliah Tamu Digital Forensik, mahasiswa menjadi tahu tentang dasar-dasar untuk proses forensik di suatu kasus. Selain itu, mahasiswa juga mempunyai pandangan tentang pekerjaan seorang digital forensik yang dapat menjadi referensi pekerjaan bagi mahasiswa Teknik Elektro dan Informatika Universitas Surabaya kedepannya.

Joomla Templates by Joomla51.com